Palembang, Sumselupdate.com – Delapan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia terpilih mengikuti program Global Volunteer yang diselenggarakan AIESEC. Melalui program pertukaran relawan internasional tersebut, mereka akan menjalankan berbagai proyek sosial di Vietnam, India, dan Sri Lanka sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program Global Volunteer menjadi salah satu wadah bagi generasi muda berusia 18 hingga 30 tahun untuk memperoleh pengalaman lintas budaya sekaligus berkontribusi langsung dalam kegiatan sosial di berbagai negara.
Outreach Team Leader AIESEC, Neville Marcello, mengatakan Global Volunteer bukan sekadar program pertukaran ke luar negeri, tetapi sarana bagi anak muda untuk mengembangkan kepemimpinan, memperluas wawasan global, serta memberikan dampak nyata kepada masyarakat.
“Peserta akan terlibat dalam berbagai proyek sosial yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, lingkungan, pemberdayaan perempuan, hingga pengembangan masyarakat. Selain belajar dari budaya baru, mereka juga diharapkan mampu membawa pengalaman tersebut untuk diterapkan di Indonesia,” ujarnya.
Senada dengan itu, Local Committee Vice President of Outgoing Global Volunteer AIESEC, Aisyah Ghaidah, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian sosial dan mampu menjadi agen perubahan.
Menurutnya, melalui pengalaman menjadi relawan internasional, peserta akan membangun jejaring global, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta melatih kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang beragam.
“Global Volunteer memberikan ruang bagi anak muda untuk berkontribusi terhadap pencapaian SDGs sekaligus mengembangkan potensi diri sebagai calon pemimpin masa depan,” katanya.
Sementara itu, Customer Experience Team Leader AIESEC, Shafira Ramadhani Afsari, mengemukakan bahwa seluruh peserta harus melewati proses seleksi yang cukup ketat sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.
Tahapan seleksi meliputi pendaftaran, wawancara, penilaian kemampuan komunikasi dan bahasa Inggris, hingga matching process untuk menentukan proyek yang sesuai dengan minat dan kompetensi peserta.
Sebelum keberangkatan, seluruh peserta juga mengikuti Outgoing Preparation Seminar (OPS) sebagai pembekalan mengenai budaya negara tujuan, etika sebagai delegasi Indonesia, serta kesiapan menjalankan program selama berada di luar negeri.
“Global Volunteer bukan sekadar kesempatan bepergian ke luar negeri. Program ini mengajarkan keberanian keluar dari zona nyaman, membangun kepedulian sosial, serta menghadirkan pengalaman yang dapat mengubah cara pandang peserta terhadap dunia,” ujar Shafira.
Delapan Mahasiswa Terpilih
Pada periode keberangkatan tahun ini, delapan mahasiswa dinyatakan lolos dan akan ditempatkan pada sejumlah proyek sosial di tiga negara.
Mereka adalah:
- Lutfia Syabitha Mirza (Manajemen 2024, Universitas Sriwijaya), proyek On The Map di Vietnam (SDGs 8).
- Safa Khairana (Manajemen 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Global Classroom di India (SDGs 4).
- Vierlya Nabilah Ghina (Ekonomi Syariah 2023, STIS Al Wafa Bogor), proyek Global Classroom di Sri Lanka (SDGs 4).
- M. Iqbal Gia Pratama (Akuntansi 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
- Mochamad Ergi Fawaza Sidiq (Pendidikan Bahasa Inggris 2024, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
- Sarah Alya Nurfadhilah (Kedokteran Gigi 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
- Annisa Syakira Ramadhani (Manajemen 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
- Yason Efraim Polii (Hukum 2023, Universitas Sriwijaya), proyek Heartbeat di Vietnam (SDGs 3).
Melalui program tersebut, para peserta akan terlibat langsung dalam berbagai aktivitas sosial sesuai tema proyek yang dijalankan, mulai dari pendidikan, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi.
AIESEC berharap semakin banyak generasi muda Indonesia berani mengambil kesempatan mengikuti program pertukaran internasional sebagai sarana belajar, memperluas jejaring, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat global.
“Setiap anak muda memiliki potensi menciptakan perubahan. Terkadang satu keputusan untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman dapat menjadi awal perjalanan yang mengubah hidup sekaligus memberi manfaat bagi banyak orang,” tutup Shafira.
(**)











