Jakarta, Sumselupdate.com – Sebuah helikopter milik Saudi Aramco jatuh di kawasan Ras Tanura, Arab Saudi, pada Minggu (28/6/2026). Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh penumpang yang berada di dalam pesawat.
Dilansir AFP, Senin (29/6/2026), Kantor Berita Resmi Arab Saudi, Saudi Press Agency (SPA), melaporkan sebanyak 14 orang meninggal dunia. Seluruh korban merupakan warga negara Arab Saudi.
“Kecelakaan tersebut merenggut nyawa 14 penumpang, yang semuanya merupakan warga negara Saudi,” demikian keterangan seorang pejabat Kementerian Energi yang dikutip SPA.
Pemerintah Arab Saudi menyatakan penyelidikan tengah dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut.
Saudi Aramco diketahui mengoperasikan lebih dari 60 pesawat, termasuk helikopter yang melayani lebih dari 300 helipad di berbagai wilayah Arab Saudi. Armada udara tersebut menjadi salah satu yang terbesar di kawasan Teluk dan digunakan untuk mendukung operasional industri migas.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas sektor energi di kawasan Teluk menyusul naiknya produksi minyak setelah gangguan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Meski demikian, pemerintah Arab Saudi menegaskan belum terdapat indikasi yang mengaitkan kecelakaan helikopter tersebut dengan serangan ataupun konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Ras Tanura merupakan lokasi salah satu kilang minyak terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas produksi sekitar 550.000 barel minyak per hari. Fasilitas strategis tersebut memiliki peran penting dalam industri energi Arab Saudi dan sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan pesawat nirawak yang menyebabkan gangguan operasional.
(**)











