Teheran, Sumselupdate.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (10/6) mengatakan bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyasar infrastruktur penting Iran merupakan tanda keputusasaan AS dalam menghadapi keteguhan tekad bangsa Iran.
Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, sebagai reaksi atas ancaman yang dilontarkan sebelumnya pada hari yang sama oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan bahwa dia mungkin akan memerintahkan serangan baru terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran karena “penundaan” Teheran dalam menandatangani kesepakatan dengan Washington.
“Infrastruktur vital merupakan denyut nadi kehidupan rakyat. Mengancam untuk menyasar infrastruktur, mulai dari jaringan transportasi hingga industri listrik dan air, bukanlah unjuk kekuatan, melainkan tanda keputusasaan dalam menghadapi keteguhan sebuah bangsa,” kata Pezeshkian.
Dia menyatakan keyakinannya bahwa dengan mengandalkan pengetahuan dan kemampuan para ahlinya, serta persatuan dan solidaritas nasional, Iran akan tetap teguh menghadapi tekanan dan ancaman apa pun.
Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social pada Rabu, Trump menyatakan bahwa Iran “terlalu lama dalam menegosiasikan kesepakatan” dan kini “harus menanggung akibatnya”.
Baca juga : Iran Tegaskan Kendali Penuh Selat Hormuz, Semua Kapal Wajib Kantongi Izin
Trump juga mengisyaratkan bahwa dia mungkin akan memerintahkan serangan baru terhadap pembangkit listrik dan jembatan di Iran, lapor Fox News pada Rabu, mengutip sebuah wawancara via telepon.
“Saya mungkin akan terus melanjutkan,” kata Trump dalam wawancara itu. “Mereka punya kesempatan untuk menandatangani kesepakatan dan bertahan hidup.”
Pernyataan Trump tersebut dilontarkan tak lama setelah Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengatakan di platform media sosial X pada Rabu pagi bahwa pasukannya telah menyelesaikan serangan “pertahanan diri” terhadap target-target Iran sebagai respons atas “penjatuhan helikopter Apache Angkatan Darat AS”, seraya menambahkan bahwa operasi tersebut merupakan “respons proporsional atas serangan terbaru terhadap pasukan AS dan kapal komersial internasional yang melintasi perairan regional”.
Baca juga : Iran Sebut Belum Ada Kesepakatan yang Difinalisasi dengan AS
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran mengatakan pihaknya telah melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania pada Rabu pagi waktu setempat, seraya menambahkan bahwa AS telah menyerang sejumlah lokasi di wilayah Jask dan Sirik serta Pulau Qeshm di Iran selatan. (**)











