Menag Nasaruddin Umar: Ekosistem Halal Kunci Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Writer: - Sabtu, 6 Juni 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar. [dok.pribadi]

Yogyakarta, Sumselupdate.com – Penguatan ekosistem halal menjadi fokus utama dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 yang digelar Kabar Grup Indonesia bekerja sama dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Yogyakarta.

Read More

Mengusung tema ‘Penguatan Ekosistem Halal untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan’, forum tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, komunitas, media, hingga generasi muda guna memperkuat kolaborasi menghadapi implementasi kebijakan wajib halal pada Oktober 2026.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa ekonomi syariah kini berkembang menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan ekosistem halal tidak hanya sebatas sertifikasi produk, tetapi juga mencakup penguatan rantai nilai halal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan industri halal secara menyeluruh.

“Pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi berbagai pihak agar mampu menjawab tantangan masa depan sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Nasaruddin.

Ia menambahkan, konsep halal harus dipahami sebagai sebuah ekosistem yang utuh dan tidak berdiri sendiri. Dalam pandangannya, halal harus berjalan seiring dengan prinsip thayyib dan memberikan keberkahan bagi masyarakat.

Sementara itu, CEO Kabar Grup Indonesia, Upi Asmaradhana, mengatakan forum tersebut menjadi bentuk partisipasi media dalam mendorong lahirnya gagasan dan kolaborasi yang bermanfaat bagi pembangunan nasional.

“Ini merupakan wujud kontribusi media dan masyarakat dalam memberikan sesuatu yang bisa disumbangkan bagi republik ini,” katanya.

Dari pemerintah daerah, Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menilai halal kini telah berkembang menjadi ekosistem nilai dan kepercayaan dalam ekonomi modern.

Menurutnya, konsep halal tidak lagi hanya terkait jaminan produk, tetapi juga mencerminkan kejujuran, kualitas layanan, keberlanjutan usaha, serta tata kelola ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Halal bergerak menjadi ekosistem nilai, ekosistem kepercayaan, dan ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi, konsumsi, inovasi, pembiayaan, pariwisata, industri kreatif hingga gaya hidup masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, menegaskan bahwa ekonomi syariah dapat menjadi instrumen transformasi sosial yang memperkuat kesejahteraan masyarakat sekaligus ketahanan ekonomi nasional.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan ekosistem halal yang terintegrasi, mulai dari regulasi, sertifikasi, pembiayaan, riset, inovasi, penguatan rantai pasok hingga pengembangan sumber daya manusia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memaparkan pengalaman Jawa Timur dalam membangun ekosistem halal yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Khofifah mengungkapkan seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU) di Jawa Timur kini telah bersertifikat halal. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.

“Pastikan sumbernya halal, prosesnya halal, dan hasil akhirnya juga halal,” tegas Khofifah.

Forum Ekonomi Regional Jawa 2026 juga menyoroti kesiapan Indonesia menghadapi implementasi kebijakan wajib halal pada Oktober 2026. Berbagai narasumber dari kalangan industri, akademisi, lembaga edukasi halal, dan sektor keuangan syariah membahas tantangan serta peluang yang akan dihadapi pelaku usaha.

Sebagai tindak lanjut forum tersebut, Yayasan Edukasi Halal Indonesia bersama Kabar Jawa meluncurkan program HALAL TALK 2026 yang akan digelar secara rutin hingga akhir tahun.

Program ini diharapkan menjadi wadah edukasi dan kolaborasi berkelanjutan untuk memperluas literasi halal serta memperkuat pengembangan ekonomi syariah nasional menjelang penerapan kebijakan wajib halal Oktober 2026.

Melalui sinergi pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat, Indonesia diharapkan mampu memperkuat posisi sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dan industri halal dunia yang berdaya saing serta berkelanjutan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts