Antre Solar Berakhir Petaka, Sopir Truk Tewas Usai Dikeroyok di SPBU Sukarami Palembang

Writer: - Rabu, 3 Juni 2026
Truk milik korban berhenti di pinggir jalan setelah menabrak pohon akibat pengemudi kehilangan banyak darah usai diserang pelaku. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Persoalan panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali memakan korban jiwa di Kota Palembang, Sumsel.

Jika pada 2 April 2026 silam, menimpa sopir truk berisinial MEP (26) yang tewas setelah menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan dua petugas SPBU Punti Kayu Palembang.

Read More

Kali ini, korbannya kembali seorang sopir truk yang tewas setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dipicu sengketa antrean pengisian solar di SPBU Jalan Noerdin Pandji, Kecamatan Sukarami Palembang.

Korban diketahui bernama Yepran Firmansyah (38), warga Kompleks BSA Jalan Tanjung Api-Api, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB saat korban sedang mengantre untuk mendapatkan BBM solar menggunakan truk bernomor polisi BG 9479 CE.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keributan bermula ketika antrean kendaraan yang ditempati korban diduga disalip oleh sopir truk lain. Tidak terima dengan tindakan tersebut, korban kemudian menegur pengemudi yang memotong antrean.

Baca Juga: Tragis di SPBU Punti Kayu, Sopir Truk Tewas Ditusuk Dua Petugas Usai Cekcok Antrean Solar

Namun teguran itu justru memicu pertengkaran yang berujung aksi kekerasan. Korban diduga dikeroyok oleh sopir truk tersebut bersama sejumlah rekannya yang datang menggunakan sepeda motor.

Kelompok pelaku disebut menyerang korban menggunakan senjata tajam. Meski sempat melakukan perlawanan, korban akhirnya berusaha menyelamatkan diri dengan mengemudikan truknya menjauh dari lokasi.

Sayangnya, akibat mengalami sejumlah luka tusuk dan kehilangan banyak darah, korban tidak sadarkan diri saat berada di balik kemudi. Truk yang dikendarainya kemudian menabrak pohon di pinggir jalan.

Baca Juga: ‎Gegara Ribut Antrean Pengisian Solar, Seorang Sopir Truk Ngaku Diculik yang Libatkan Oknum Polisi

Warga dan sesama sopir yang melihat kondisi korban langsung memberikan pertolongan dan membawanya ke RS Myria Palembang. Namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan antrean solar yang kerap memicu ketegangan di sejumlah SPBU. Panjangnya antrean, rebutan posisi, hingga dugaan praktik penyerobotan antrean kerap menjadi pemicu konflik antar-pengemudi kendaraan angkutan barang.

Kapolsek Sukarami, Alex Andriyan, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

“Benar terjadi peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi di lokasi, pelaku berjumlah sekitar tujuh orang,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Saat ini, polisi masih memburu para pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan maut tersebut. Tim Reskrim Polsek Sukarami bersama Polrestabes Palembang juga terus mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna mengungkap seluruh pelaku.

Kematian Yepran menambah daftar panjang persoalan yang muncul di tengah antrean solar. Tragedi ini menjadi peringatan bahwa persoalan distribusi dan pengelolaan antrean BBM bersubsidi tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi para sopir, tetapi juga berpotensi memicu konflik yang berujung hilangnya nyawa manusia.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts