Polisi Kembangkan Kasus Narkoba, Pengedar Shabu Ditangkap di Pagaralam Selatan

Writer: - Jumat, 24 April 2026
Polisi mengamankan tersangka kasus peredaran shabu hasil pengembangan di Pagaralam Selatan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pengembangan kasus narkotika yang dilakukan Polres Pagaralam kembali membuahkan hasil. Seorang pria berinisial C (31) ditangkap di kawasan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran shabu.

Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya yang menjerat dua pelaku berinisial I dan R. Berdasarkan pengakuan keduanya, polisi kemudian menelusuri keterlibatan pelaku lain hingga mengarah kepada tersangka C.

Read More

Kapolres Pagaralam Januar Kencana Setia Persada melalui Kasat Narkoba Doris Pidriandi menjelaskan, penangkapan dilakukan pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 19.30 WIB di kediaman tersangka di Kelurahan Nendagung.

“Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari dua pelaku yang telah diamankan sebelumnya. Dari pengakuan mereka, diketahui narkotika diperoleh dari tersangka C,” ujar IPTU Doris.

Saat dilakukan penggerebekan yang disaksikan oleh aparat lingkungan setempat, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Di antaranya dua paket diduga shabu seberat bruto 0,45 gram, plastik klip bening, kertas timah rokok, dua unit timbangan digital, serta satu unit telepon genggam.

Seluruh barang bukti tersebut memperkuat dugaan keterlibatan tersangka dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

“Setelah penggeledahan, tersangka dan barang bukti langsung diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambahnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan narkotika yang lebih luas di wilayah Pagaralam.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen aparat penegak hukum dalam memutus rantai peredaran narkoba yang dinilai masih menjadi ancaman serius, khususnya bagi generasi muda.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts