Polsri Gelar Pelatihan ASKOM 2026, Siapkan 48 Asesor Bersertifikat BNSP

Writer: - Senin, 20 April 2026
Ketua LSP Polsri, Ketua LSP P1 Polsri, Anerasari M, BEng, MSi, menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan kegiatan pelatihan dan uji sertifikasi Asesor Kompetensi (ASKOM) di Hotel Batiqa Palembang, Senin (20/4/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Politeknik Negeri Sriwijaya melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP-P1) menyelenggarakan pelatihan dan uji sertifikasi Asesor Kompetensi (ASKOM) yang berlangsung pada 20–24 April 2026 di Hotel Batiqa Palembang.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Polsri, Dr Yusri, SPd, MPd.

Read More

Dalam sambutannya, Dr Yusri, SPd, MPd mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai sejalan dengan visi dan misi Polsri menuju perguruan tinggi yang unggul dan terkemuka.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dalam rangka penguatan daya saing global, khususnya dengan membekali dosen sebagai asesor kompetensi.

Selain itu, sertifikasi ini juga diharapkan dapat memperkuat peluang mahasiswa Polsri untuk diterima di dunia kerja.

Suasana pelatihan dan uji sertifikasi asesor kompetensi yang diikuti 48 peserta di Hotel Batiqa Palembang, Senin (20/4/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

“Sertifikat ini dapat menjadi modal atau kekuatan mahasiswa agar lebih mudah diterima di dunia kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini seluruh jurusan dan program studi di Polsri telah memiliki skema sertifikasi yang terstruktur.

Sementara itu, perwakilan Master Asesor, Sri Praptowati, berpesan kepada peserta agar mengikuti pelatihan selama lima hari dengan happy dan santai.

“Selama lima hari ini jika Bapak/Ibu sudah memahami skema dan SKKNI, maka tidak akan sulit. Jaga kesehatan agar tidak sampai tumbang,” pesannya.

Jajaran LSP Polsri bersama para master asesor berfoto bersama usai pembukaan pelatihan dan uji sertifikasi Asesor Kompetensi (ASKOM) di Hotel Batiqa Palembang, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas asesor dan meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja. (Foto; Sumselupdate.com/istimewa)

Ketua LSP P1 Polsri, Anerasari M, BEng, MSi menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta yang dibagi ke dalam dua kelas. Dari jumlah tersebut, 24 peserta sebelumnya telah mengikuti pelatihan internalisasi.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini LSP Polsri memiliki 86 asesor kompetensi. Namun jumlah tersebut terus mengalami penurunan setiap tahun akibat berbagai faktor, seperti dosen yang mendapat tugas tambahan, kondisi kesehatan, dan pensiun, serta masa berlaku sertifikat yang habis.

Di sisi lain, jumlah skema sertifikasi dan peserta uji kompetensi terus meningkat. Kondisi ini membuat penambahan asesor menjadi kebutuhan yang mendesak.

Foto bersama peserta dan narasumber pelatihan asesor kompetensi LSP Polsri, Senin (20/4/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

“Karena itu, penambahan asesor sangat diperlukan agar proses sertifikasi tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga berharap para asesor dapat mengikuti kegiatan ini secara penuh waktu sesuai surat tugas yang telah diberikan.

Sementara itu, Koordinator Urusan Administrasi, Mariskha Z, SE, MM didampingi Koordinator Koordinator Urusan Penjaminan Mutu, Dr Marieska Lupikawati, SE, MM, serta Ketua Komite Skema Ahmad Junaidi, ST, MT, menjelaskan bahwa pelatihan ASKOM ini menghadirkan empat Master Asesor dari BNSP sebagai narasumber pengajar dan empat Master Asesor Penguji.

Empat Master Asesor pengajar terdiri dari Annie Savitri, Roni Alida, Sri Praptowati, dan D. Iwan Riswandi. Sedangkan Master Asesor Penguji terdiri dari Risdian Sudarmaji, Mila Rosa, Sri Suryani, dan Fatimah Zahra.

Mariskha Z, SE, MM menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama lima hari, dengan rincian empat hari pelatihan dan satu hari ujian.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali kompetensi sesuai standar nasional, meliputi perencanaan asesmen, pengembangan perangkat asesmen, pelaksanaan asesmen, hingga kontribusi dalam validasi hasil asesmen.

Selain itu, peserta juga mempelajari penyusunan instrumen penilaian, pengelolaan Tempat Uji Kompetensi (TUK), serta penerapan prinsip asesmen yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan asesor kompetensi yang profesional dan berstandar nasional, sehingga kualitas proses sertifikasi profesi dapat terjamin.

“Kehadiran asesor yang kompeten sangat penting untuk memastikan bahwa sertifikasi benar-benar mencerminkan kemampuan seseorang, bukan sekadar formalitas,” tambah istri Edwar Heryadi.

Dengan tersedianya asesor yang berkualitas, proses sertifikasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung pengakuan kompetensi tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts