BMKG Prediksi Kemarau Mei–Juni, Sumsel Siaga Karhutla Lebih Awal

Writer: - Jumat, 3 April 2026
Sekda Sumsel Edward Candra menyampaikan kesiapsiagaan Pemprov Sumsel menghadapi potensi Karhutla tahun 2026. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Desk Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia secara daring dari Command Center Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (2/4/2026).

Dalam rakor tersebut, pemerintah pusat kembali mengaktifkan desk koordinasi penanganan Karhutla guna memperkuat sinergi lintas sektor menghadapi musim kemarau tahun ini. Fokus utama diarahkan pada kesiapsiagaan daerah rawan, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat.

Read More

Edward Candra menyampaikan, Pemprov Sumsel telah menjadwalkan apel siaga Karhutla pada 22 April 2026 di Griya Agung, Palembang, yang direncanakan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan sebagai pembina apel.

“Kami berkenan mengundang Bapak Menko selaku pembina apel untuk hadir dalam apel siaga Karhutla,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam apel tersebut akan disiagakan sekitar 1.500 hingga 2.000 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, serta unsur masyarakat.

Selain itu, Pemprov Sumsel juga tengah memproses penetapan status siaga darurat Karhutla sebagai langkah antisipasi dini. Status tersebut ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan apel siaga.

“Kami laporkan, keputusan siaga darurat bulan ini sedang kami proses dan akan segera disampaikan kepada Gubernur. Sebelum 23 April, status siaga akan ditetapkan,” tegasnya.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau di Sumsel diperkirakan mulai terjadi pada Mei hingga Juni 2026 dan berpotensi berlangsung lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga diperlukan langkah kesiapsiagaan yang maksimal.

Sejumlah daerah prioritas penanganan Karhutla di Sumsel meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu, serta OKU Timur.

Dari sisi geografis, luas wilayah Sumsel mencapai sekitar 8,37 juta hektare, dengan kawasan hutan sekitar 3,47 juta hektare, perkebunan 1,8 juta hektare, pertanian 752 ribu hektare, serta lahan gambut lebih dari 1,27 juta hektare yang rawan terbakar.

Untuk mengantisipasi potensi Karhutla, berbagai langkah telah disiapkan, antara lain peningkatan deteksi dini dan respons cepat, patroli terpadu, pemantauan titik panas (hotspot), serta penguatan peran masyarakat dalam pencegahan kebakaran, khususnya di wilayah gambut.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan personel dan peralatan pemadam, membentuk posko siaga, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts