Iran Serukan Persatuan Negara Muslim, Presiden Iran: Kami Tidak Mencari Konflik

Writer: - Minggu, 22 Maret 2026
Foto dokumentasi menunjukkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. (Xinhua/Shadati)

Teheran, Sumselupdate.com – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak mencari konflik maupun perang dengan negara-negara Muslim di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pesan ucapan Hari Raya Idul Fitri dan Nowruz, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA, Jumat (20/3/2026).

Read More

Menanggapi ketegangan terbaru antara Iran dan sejumlah negara Arab pascaserangan Amerika Serikat dan Israel, ia menegaskan bahwa Iran tetap mengedepankan persaudaraan antarnegara Muslim.

“Kami tidak berniat memiliki perbedaan dengan negara-negara Muslim. Kami tidak mencari konflik atau perang dengan negara-negara Islam. Mereka adalah saudara kami,” ujar Pezeshkian.

Ia menuding Amerika Serikat dan Israel sebagai pihak yang memicu ketegangan antara Iran dan negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah.

Lebih lanjut, Pezeshkian menyatakan bahwa Iran siap menyelesaikan berbagai persoalan dengan negara-negara tetangga melalui jalur dialog dan kerja sama.

Ia juga mengusulkan pembentukan struktur keamanan bersama yang melibatkan negara-negara Muslim di Timur Tengah guna menjaga perdamaian, stabilitas, serta memperkuat hubungan di berbagai bidang.

“Kami tidak membutuhkan kehadiran asing di kawasan ini. Kami bisa membentuk sebuah majelis Islam di Timur Tengah untuk mengatur hubungan keamanan, ekonomi, budaya, dan politik secara bersama,” tegasnya.

Terkait isu nuklir, Pezeshkian kembali menegaskan bahwa Iran tidak memiliki niat mengembangkan senjata nuklir. Ia menyebut bahwa Ali Khamenei sebelumnya telah mengeluarkan fatwa yang melarang penggunaan senjata atom.

Menurutnya, tidak ada pejabat Iran yang diperbolehkan mengarah pada pengembangan senjata pemusnah massal. Namun demikian, ia menilai Amerika Serikat terus menyebarkan narasi bahwa Iran tengah menuju pengembangan senjata nuklir.

Diketahui, pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lainnya di Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts