Palembang, Sumselupdate.com – Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Palembang menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama di Griya Agung Palembang, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi organisasi alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Ketua I Pengurus Pusat IKPM Gontor Al-Ustadz H Saepul Anwar, MPd.
Turut hadir Anggota DPD RI daerah pemilihan Sumatera Selatan periode 2024–2029 Ratu Tenny Leriva, Asisten 1 Pemprov Sumsel, Dr Apriyadi MSi, Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga KH Tol’at Wafa Ahmad, Lc, pendiri TK-SD Islam Terapan Prof Muhajirin Palembang Prof Dr Muhajirin, MA, akademisi UIN Raden Fatah Palembang Dr Alfi Julizun, MAg, serta ratusan wali santri dan alumni santri maupun santriwati Gontor.
Ketua IKPM Palembang Syamsudari, SPd mengatakan organisasi IKPM yang telah berdiri selama 75 tahun hingga kini belum memiliki kantor atau sekretariat tetap. Meski demikian, ia menilai semangat kebersamaan para alumni tetap terjaga.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan dan seluruh pihak yang telah memfasilitasi tempat serta hidangan sehingga kegiatan silaturahmi dan buka bersama dapat berlangsung dengan baik.
Ketua I PP IKPM Gontor Al-Ustadz H Saepul Anwar, MPd mengaku gembira melihat kekompakan para alumni serta santri dan santriwati yang mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut di Griya Agung.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sumsel yang telah memfasilitasi kegiatan silaturahmi tersebut.
“Saya gembira melihat para alumni, santri dan santriwati dari berbagai generasi bisa bersinergi menyelenggarakan kegiatan ini. Baru di Sumatera Selatan kegiatan silaturahmi seperti ini bisa digelar di istana gubernur dan dihadiri langsung oleh gubernur,” ujar Saepul Anwar.
Dalam kesempatan itu, Saepul Anwar juga mengundang Herman Deru untuk menghadiri reuni akbar 100 tahun Gontor yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 September 2026.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menilai ikatan alumni Gontor memiliki solidaritas yang kuat. Menurutnya, hubungan antara senior dan junior tidak menjadi penghalang dalam membangun komunikasi di antara para alumni.
Ia mengatakan pemerintah sangat membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama dari kalangan yang memiliki kapasitas di bidang pendidikan.
“Banyak orang mendirikan lembaga pendidikan tetapi tidak berlatar belakang pendidikan dan tidak menjiwai dunia pendidikan, sehingga orientasinya hanya pada keuntungan. Ini tentu tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan Gontor,” kata Herman Deru.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan Ketua IKPM Palembang, saat ini terdapat 23 alumni Gontor di Sumatera Selatan yang telah mendirikan lembaga pendidikan.
Menurutnya, hal tersebut menjadi kontribusi nyata alumni Gontor dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan.
“Sebagai pimpinan daerah, saya tentu dengan senang hati ingin mendengar progres maupun hambatan di lapangan. Meski bukan di Ponorogo, jika para alumninya mendirikan lembaga pendidikan dengan niat dan metode pengajaran yang sama, saya yakin kualitasnya juga akan sama,” ujarnya.
(**)











