Demokrat Murka, Korban Militer Bertambah Jadi 6 dalam Operasi Serangan ke Iran

Writer: - Rabu, 4 Maret 2026
Tim penyelamat dan warga setempat berupaya mengevakuasi korban luka dari puing-puing di sebuah sekolah dasar khusus perempuan yang menjadi sasaran serangan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. Korban tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat-Israel di sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, bertambah menjadi 148 jiwa, demikian dilaporkan oleh kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, pada Minggu (1/3). (Xinhua/Kantor Berita Mehr)

Washington, Sumselupdate.com – United States Central Command (CENTCOM) pada Senin (2/3) mengumumkan dua personel militernya kembali ditemukan tewas dalam rangkaian serangan terhadap Iran. Dengan temuan tersebut, total korban tewas dari pihak militer Amerika Serikat kini menjadi enam orang.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X, CENTCOM menyebut hingga 2 Maret pukul 16.00 waktu setempat atau Selasa (3/3) pukul 04.00 WIB, enam personel militer AS gugur dalam tugas. Dua jenazah terbaru ditemukan di sebuah fasilitas yang sebelumnya menjadi sasaran serangan awal Iran di kawasan tersebut, setelah sempat dinyatakan hilang.

Read More

Sebelumnya pada hari yang sama, CENTCOM juga mengklaim pasukan AS telah menenggelamkan 11 kapal angkatan laut Iran yang beroperasi di Teluk Oman, sebagai bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat.

Serangan ini merupakan bagian dari operasi militer besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) pagi waktu setempat. Pemerintah Iran pada Minggu (1/3) mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan udara sehari sebelumnya.

Presiden AS, Donald Trump, pada Senin menyatakan bahwa kampanye militer terhadap Iran kemungkinan akan berlangsung lebih lama dari empat hingga lima pekan.

Di dalam negeri, operasi militer tersebut memicu kritik keras dari kalangan oposisi. Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat menilai serangan itu tidak didasarkan pada ancaman yang bersifat mendesak serta tidak memperoleh otorisasi dari Kongres.

Tokoh senior Partai Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS, Hakeem Jeffries, menyampaikan duka cita atas gugurnya personel militer AS di Timur Tengah.

“Saya sangat sedih atas gugurnya beberapa personel militer di Timur Tengah. Tidak boleh ada lagi pahlawan Amerika yang gugur karena keputusan gegabah untuk berperang. Kongres harus bertindak pekan ini untuk mengendalikan Presiden,” tulis Jeffries di platform X.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts