Kairo, Sumselupdate.com – Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty membahas perkembangan terbaru di Jalur Gaza serta upaya mendukung pelaksanaan fase kedua kesepakatan gencatan senjata dalam percakapan telepon dengan Nikolay Mladenov, perwakilan tinggi untuk Gaza, Sabtu (24/1/2026).
Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan, pembahasan mencakup langkah-langkah lanjutan implementasi fase kedua rencana perdamaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Gaza. Agenda tersebut meliputi pengerahan pasukan stabilisasi internasional, pembukaan perlintasan Rafah dua arah, serta penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Abdelatty menegaskan, pemenuhan komitmen pada fase kedua menjadi titik fundamental untuk memulai pemulihan dini di Gaza. Selain itu, fase ini juga dinilai penting sebagai awal proses rekonstruksi yang dilakukan secara menyeluruh dan bertahap, menyesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat setempat.
Dalam percakapan tersebut, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan koordinasi dan meningkatkan konsultasi terkait situasi di Gaza. Langkah ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya perdamaian dan stabilitas jangka panjang di Jalur Gaza serta kawasan Timur Tengah.
Pemerintahan Trump sebelumnya mengumumkan rencana perdamaian tiga fase yang mencakup 20 poin untuk mengakhiri konflik Israel dan Hamas yang pecah pada Oktober 2023. Gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober 2025, meski selama fase pertama kedua belah pihak kerap saling menuduh melakukan pelanggaran.
Pada awal bulan ini, pemerintah Amerika Serikat mengumumkan dimulainya fase kedua rencana perdamaian tersebut. Fokus pembahasan bergeser dari gencatan senjata menuju demiliterisasi, pembentukan tata kelola teknokratis, serta percepatan rekonstruksi di Gaza.
(**)











