Lebih dari 1 Juta Warga Gaza Masih Butuh Shelter, PBB Peringatkan Krisis Kemanusiaan Memburuk

Writer: - Senin, 5 Januari 2026
Anak-anak pengungsi Palestina terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di Gaza City bagian barat pada 22 Desember 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

PBB, Sumselupdate.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan lebih dari satu juta orang di Jalur Gaza, atau sekitar satu dari dua penduduk, masih sangat membutuhkan bantuan tempat penampungan. Pernyataan tersebut disampaikan Kantor Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB pada Jumat (2/1/2026).

Kebutuhan bantuan shelter masih sangat mendesak meskipun para pekerja kemanusiaan telah menyalurkan ribuan tenda, ratusan ribu terpal, serta berbagai perlengkapan penunjang lainnya di seluruh wilayah Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan.

Read More

Kantor Juru Bicara Sekjen PBB, mengutip laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menyatakan bahwa para pekerja kemanusiaan terus memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga paling rentan. Kondisi musim dingin yang ekstrem menyebabkan ratusan ribu warga Palestina terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat yang rusak akibat hujan deras, angin kencang, dan gelombang air laut.

Sementara itu, mitra PBB di sektor penyediaan air, sanitasi, dan kebersihan menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah padat. Kesenjangan antara jumlah sampah yang berhasil diangkut dan yang terus menumpuk semakin melebar, akibat keterbatasan akses ke lokasi pembuangan, kerusakan infrastruktur, serta kekurangan bahan bakar.

Meski menghadapi berbagai kendala, tim yang didukung Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) dilaporkan telah membersihkan sekitar 1.000 ton sampah padat setiap bulan sejak gencatan senjata berlaku. Upaya tersebut dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak serta keluarga mereka.

Kantor jubir PBB menambahkan, Program Pembangunan PBB (UNDP) pada Desember lalu mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah padat menjadi salah satu layanan yang paling terdampak di Gaza. Hanya beberapa lokasi pembuangan sementara yang masih dapat diakses dan beroperasi, sehingga meningkatkan risiko pencemaran lingkungan dan ancaman kesehatan masyarakat.

Dalam pernyataan terpisah yang dirilis pada Rabu (31/12), Komite Tetap Antarlembaga yang menghimpun badan-badan PBB dan para mitra kemanusiaan mendesak otoritas Israel untuk meninjau kembali rencana pelarangan terhadap sejumlah organisasi nonpemerintah internasional. Komite menegaskan bahwa keberadaan organisasi-organisasi tersebut sangat vital bagi kelangsungan operasi kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts