Pertumbuhan Ekonomi Dinilai Berubah Arah dari SBY ke Jokowi, Ini Kata Purbaya

Writer: - Minggu, 7 Desember 2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat diwawancara mantan Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan. [Screenshot YouTube Gita Wirjawan]

Jakarta, Sumselupdate.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengungkapkan perbedaan kebijakan ekonomi nasional pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam wawancara bersama Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan era SBY periode 2011-2014, Purbaya menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu mampu mencapai 6 persen.

Read More

“Zamannya Anda jadi menteri, pertumbuhan ekonomi kita 6 persen,” ujar Purbaya dalam perbincangan yang ditayangkan di kanal YouTube Gita Wirjawan, Minggu (7/12/2025).

Menurut Purbaya, pertumbuhan ekonomi pada masa SBY didorong kuat oleh sektor swasta, dengan pertumbuhan uang primer (M0) rata-rata mencapai 17 persen dan pertumbuhan kredit sekitar 23 persen.

“Jadi swastanya jalan, ekonomi tumbuh 6 persen, tapi sektor pemerintahnya agak santai waktu itu,” katanya.

Ia lalu membandingkan situasi tersebut dengan kondisi ekonomi di era Jokowi. Purbaya menilai sektor pemerintah sangat aktif, sementara sektor swasta berjalan lebih lambat.

“Sebaliknya, zaman Pak Jokowi, pemerintahnya aktif, sektor swastanya lambat sekali karena uangnya hanya tumbuh 7 persen. Kredit juga single digit, 5–7 persen. Bahkan di titik tertentu M0-nya negatif, dan ekonominya susah sekali,” bebernya.

Purbaya menegaskan bahwa perbedaan utama antara kedua era tersebut terletak pada penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

“Zaman Pak SBY itu digerakkan sektor swasta dan pemerintah santai. Zamannya Pak Jokowi, pemerintah memimpin pertumbuhan dan swasta tidak diberi ruang,” jelasnya.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts