Polsek Dempo Selatan Hentikan Orgen Tunggal di Pagaralam dengan Pendekatan Humanis

Writer: - Senin, 6 Oktober 2025
Petugas Polsek Dempo Selatan datang dan dengan cara humanis meminta musik orgen tunggal dalam acara persedekahan dihentikan. Langkah tersebut merupakan bagian dari Patroli Presisi yang digelar jajaran Polsek Dempo Selatan Polres Pagaralam pada Minggu malam (5/10/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Malam di Desa Perdipe, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam yang awalnya riuh dengan dentuman musik orgen tunggal dalam acara persedekahan, mendadak berubah tenang saat petugas Polsek Dempo Selatan datang dan dengan cara humanis meminta kegiatan dihentikan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari Patroli Presisi yang digelar jajaran Polsek Dempo Selatan Polres Pagaralam pada Minggu malam (5/10/2025) sekitar pukul 23.40 WIB.

Read More

Petugas turun langsung setelah menerima laporan masyarakat terkait adanya hiburan malam di wilayah tersebut.

Kapolres Pagaralam AKBP Januar Setya Kencana, SIK melalui Kapolsek Dempo Selatan Iptu Akhirudin, SH menjelaskan bahwa kehadiran petugas bukan untuk membatasi masyarakat bersedekah, tetapi demi menjaga keamanan dan ketertiban di malam hari.

Petugas Polsek Dempo Selatan datang dan dengan cara humanis meminta musik orgen tunggal dalam acara persedekahan dihentikan. Langkah tersebut merupakan bagian dari Patroli Presisi yang digelar jajaran Polsek Dempo Selatan Polres Pagaralam pada Minggu malam (5/10/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

“Kami langsung menuju lokasi setelah mendapat laporan. Kepada pemilik hajatan, kami sampaikan dengan baik agar kegiatan orgen tunggal dihentikan karena pesta malam dan orgen tunggal sudah dilarang di wilayah hukum Polres Pagaralam,” ujar Iptu Akhirudin.

Pemilik hajatan, seorang petani bernama Juhar, menerima imbauan tersebut dengan lapang dada.

Tak butuh waktu lama, musik dari MJ (Musik Jalanan) Merpati pun dihentikan, dan para pengunjung membubarkan diri secara tertib.

“Syukurlah, masyarakat sangat kooperatif. Kegiatan berhenti tanpa ada konflik sedikit pun dan situasi tetap kondusif,” tambah Kapolsek.

Patroli yang awalnya diantisipasi akan menghadapi potensi gangguan justru berakhir dengan senyum dan ucapan terima kasih dari warga. Keberhasilan petugas menertibkan acara tanpa gesekan membuktikan bahwa pendekatan persuasif masih menjadi cara paling efektif dalam menjaga keamanan masyarakat.

“Patroli Presisi akan terus kami lakukan agar masyarakat merasa aman, terutama di malam hari,” tutup Iptu Akhirudin.

Suasana Desa Perdipe pun kembali damai. Hanya suara jangkrik yang terdengar bersahutan—pertanda malam kembali tenang di kaki Gunung Dempo.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts