Kanwil Kemenkum Babel Dorong Literasi Kekayaan Intelektual Lewat IP Expose Indonesia 2025

Writer: - Rabu, 13 Agustus 2025
Intellectual Property Expose (IP Expose) Indonesia 2025 dengan tema “Memajukan Indonesia dengan Karya Kreatif dan Inovatif Anak Bangsa.” Acara ini berlangsung pada 13–16 Agustus 2025 di Convention Hall, Gedung SMESCO, Jakarta. (Sumselupdate.com/ Ist)

Pangkalpinang, Sumselupdate.com — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepulauan Bangka Belitung (Kanwil Kemenkum Babel), Johan Manurung, menegaskan komitmen memperluas literasi dan akses layanan kekayaan intelektual (KI) hingga ke pelosok daerah.

Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri IP Expose Indonesia 2025 di Jakarta, 13–16 Agustus 2025, yang menjadi ajang strategis bagi para inovator, kreator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memajukan ekonomi kreatif berbasis KI.

Read More

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI menyelenggarakan kegiatan Intellectual Property Expose (IP Expose) Indonesia 2025 dengan tema “Memajukan Indonesia dengan Karya Kreatif dan Inovatif Anak Bangsa.” Acara ini berlangsung pada 13–16 Agustus 2025 di Convention Hall, Gedung SMESCO, Jakarta.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, serta Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Kaswo.

Kaswo menyampaikan bahwa IP Expose merupakan agenda tahunan yang bertujuan mengapresiasi dan mempromosikan inovasi serta perlindungan KI di tanah air. Ajang ini menjadi platform strategis yang mempertemukan para inovator, kreator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam ekosistem KI secara kolaboratif.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu, dalam paparannya mengungkapkan bahwa pertumbuhan KI di Indonesia menunjukkan tren positif dan berpotensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional. Secara global, tren pertumbuhan KI juga positif, dengan dominasi pada paten sederhana, merek, dan paten tetapi pada tahun 2024 pencatatan hak cipta mendominasi lebih dari 50% dari seluruh permohonan KI.

Dari sisi perencanaan strategis, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas menekankan pentingnya pengembangan KI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara itu, Direktur Jenderal WIPO, Mr. Daren Tang, menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa dan perlunya perlindungan yang lebih kuat dari pemerintah maupun masyarakat.

Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, dalam sambutannya menegaskan bahwa IP Expose Indonesia menghadirkan beragam produk KI, mulai dari merek lokal, paten teknologi, hingga karya seni seperti musik dan animasi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk melindungi dan mendorong pelaku ekonomi kreatif demi tercapainya visi Indonesia Maju.

Pada kesempatan ini juga diberikan penghargaan Nation WIPO Award serta pembiayaan kepada 50 UKM hasil kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM.

Kakanwil Kemenkum Babel, Johan Manurung, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas dalam memperluas literasi serta akses layanan KI hingga ke pelosok daerah.

Ia berharap kekayaan intelektual dapat menjadi pilar utama pembangunan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.(rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts