Plt Kakanwil Kemenkum Babel Audiensi ke Bupati Bangka Tengah, Ini yang Dibahas

Writer: - Selasa, 8 Juli 2025
Suasana audiensi Plt Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Harun Sulianto dengan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Kantor Bupati setempat, Senin (7/7/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Koba, Sumselupdate.com – Plt Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Harun Sulianto melakukan audiensi dengan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Kantor Bupati setempat, Senin (7/7/2025).

Harun Sulianto menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang baik antara Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan Kanwil Kemenkum Babel.

Read More

Menurutnya, Kabupaten Bangka Tengah merupakan pemda yang paling aktif dalam kegiatan harmonisasi rancangan produk hukum daerah dengan total 6  Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan 27 Rancangan Peraturan Kepala Daerah (Ranperkada) yang telah dilakukan harmonisasi pada semester 1 tahun 2025.

Kabupaten  Bangka Tengah juga sebagai kabupaten tercepat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih, yakni pada tanggal 2 juni 2025 sudah mencapai 100%.

Dalam bidang kekayaan intelektual, Harun menyebutkan adanya potensi indikasi geografis dari Kabupaten Bangka Tengah, yaitu kulat pelawan dan berharap pemkab Bangka Tengah segera mengajukan permohonan Indikasi Geografis ke Ditjen Kekayaan Intelektual.

Suasana audiensi Plt Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Harun Sulianto dengan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Kantor Bupati setempat, Senin (7/7/2025). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Kulat Pelawan adalah nama jamur yang tumbuh di sekitar pohon pelawan  (Tristaniopsis merguensis) yang merupakan pohon endemik di Kepulauan Bangka Belitung.

Kulat Pelawan memiliki tekstur kenyal, dan rasa yang unik/khas. Khasiat dan kandungan gizinya bermanfaat bagi kesehatan.

Sudah sering disajikan dalam acara adat seperti sedekah, upacara pernikahan, dan nganggung.

Harga kulat pelawan cukup mahal, bisa mencapai jutaan rupiah per kilogram, terutama jika sudah dikeringkan.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman menyampaikan terima kasih atas sinergi yang baik dengan Kanwil Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung.

Ia menyatakan dukungannya dan akan mendorong Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Bangka Tengah untuk segera menyusun diskripsi indikasi geografis Kulat Pelawan sebagai prasyarat pengajuan untuk dapat sertifikat  Indikasi Geografis .

Kepala Bappelitbangda Bangka Tengah, Joko Triadhi menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti usulan ini dan sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Namang, Bangka Tengah. Di mana di Desa Namang banyak hutan pelawan dan banyak kulat pelawan yang tumbuh di sana.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Kepala Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kemenkum Babel, Adi Riyanto, Analis Kekayaan Intelektual Ahli Muda, Marsal, dan Penyuluh Hukum Ahli Pertama, Fajar Husen.

(**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts