Ironi, Berada di Tengah Kota, Hanya 10 Siswa yang Mendaftar di SD Negeri 137 Palembang

Writer: - Senin, 23 Juni 2025
Gedung SD Negeri 137 yang berada di Jalan Kapten Cek Syeh No.32 B, 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Palembang, Sumselupdate.com – Berada di tengah kota, SD Negeri 137 Palembang justru kurang diminati oleh siswa pada tahun ajaran 2025, bahkan beberapa tahun belakangan.

Berada di Jalan Kapten Cek Syeh No.32 B, 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, SD 137 yang memiliki lahan kurang lebih 2 hektar ini sangat dekat dengan pusat pemerintahan Kota Palembang, Kantor Walikota.

Read More

Sepi, itu yang terlintas saat mengunjungi SD Negeri 137 Palembang ini. Di tengah hiruk-pikuk masa penerimaan siswa baru, di sekolah yang juga dekat dengan rumah susun ini tidak terlihat sedang menerima proses daftar ulang dan lainnya.

Hanya ada dua guru yang bertugas menerima proses penerimaan siswa baru. Tidak terlihat adanya siswa yang daftar ulang dan lainnya.

Berdasarkan pantauan, dalam satu wilayah di Jalan Kapten Cek Syeh, memang banyak sekolah tingkat dasar berdiri. Berjarak rapat hanya 1-2 meter sudah tersedia 3-4 sekolah negeri dan swasta di kawasan tersebut.

Ruang kelas 4-6 di SD Negeri 137 Palembang yang masih mempertahankan bangunan kayu yang disusun rapi. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Punya satu gedung dengan warna cat kusam, plafon bolong. Tak hanya itu keramik lantai yang sudah usang.

Bahkan, ruang-ruang kelas pun masih menggunakan kursi kayu gaya bingen (zaman dahulu). Belum lagi pintu masuk kelas berupa papan kayu tipis.

Lapisan semen lapangan untuk upacara pun tak lagi berwarna terang. Retakan pijakan di halaman depan kelas mulai bergelombang. Lemari-lemari kaca yang menyimpan berbagai piala juara siswa terlihat seperti tak diurus.

Kemudian di papan pengumuman, masih ada siswa yang belajar dengan kurikulum K13, padahal saat ini sekolah sudah harus menerapkan kurikulum merdeka.

Namun yang istimewa di sekolah itu, ruang kelas 4-6 masih mempertahankan bangunan kayu yang disusun rapi.

Ternyata, ruang itu adalah cagar budaya yang dipertahankan pemerintah kota (pemkot). Bangunan tersebut belum direnovasi sejak pertama berdiri.

Kepala Sekolah SD N 137 Palembang, Emi Rosmita saat dihubungi melalui telepon seluler Whatsapp, mengaku jumlah siswa yang mendaftar baru 10 orang. Jumlah itu pun termasuk pendaftaran langsung ke sekolah, bukan melalui online di situs yang disediakan Dinas Pendidikan.

“Termasuk yang manual. Karena masalahnya, banyak orangtua yang daftar di sini, tidak bisa online dan tidak ada HP (telepon genggam), kalau ada juga ke sekolah minta untuk dibimbing,” katanya.

Melihat situasi di lapangan, wajar jika SD N 137 Palembang sepi peminat. Selain lokasi sekolah berdekatan dengan sekolah lain yang lebih besar serta memiliki fasilitas banyak.

Warga sekitar dominan orangtua dan sudah tidak memiliki anak berusia sekolah dasar lagi.

“Banyak orangtua (warga setempat), dan lihat sendiri bagaimana kondisi sekolah kita. Ada bangunan cagar budaya yang tidak boleh direnovasi, walaupun masih layak. Kemudian bangunan dua lantai, bisa dilihat fasilitas seadanya,” ungkapnya detil lewat telepon.

Emi mengaku, sebenarnya jika mendapatkan siswa banyak mereka bisa membuka 3 kelas di tahun ajaran 2025/2026, dengan jumlah siswa sekelas sekitar 18-20 orang.

Namun melihat kondisi saat ini, dia ragu bisa mencapai target. Karena katanya, pendaftaran online sudah ditutup.

“Sekelas saja sepertinya sulit. Tapi kita tetap berusaha untuk yang ingin mendaftar bisa langsung ke sekolah,” kata dia.

Apalagi lanjutnya, melihat jumlah siswa pendaftar di tahun lalu, hanya ada 19 orang yang memilih sekolah di SD Negeri 137 Palembang.

“Itupun (siswa) dapetnya bukan dari lokasi terdekat. Wilayahnya jauh-jauh. Untuk tahun ini yang lulus kelas 6 hanya 29 orang,” jelasnya.

Emi berharap dari Dinas Pendidikan bisa memberi solusi. Termasuk membantu fasilitas sekolah agar bangunan di sana tampak lebih menarik.

Sebab katanya, lebih banyak anak usia produktif dengan penghasilan orangtua yang pas memilih belajar di SD Negeri 37 Palembang ketimbang yang memang ingin belajar sengaja memutuskan sekolah di sana.

“Harapannya sekarang, kalau bisa anak tetap bisa bersekolah jangan sampai putus pendidikan,” katanya.

Sementara menurut keterangan Kepala Dinas Pendidikan Adrianus Amri, solusi agar sekolah itu tetap bisa mengajar siswa baru, dengan evaluasi tempat tinggal usia belajar di lingkungan bangunan pendidikan tersebut dan mengizinkan sekolah untuk menerima pendaftaran tanpa harus lewat online.

“Kami akan evaluasi terkait penyebab sedikitnya pendaftar di sekolah, dan kami tetap menerima pendaftaran bagi sekolah yang belum memenuhi kuota,” jelasnya.

Amri pun mengaku, sebab utama SD Negeri 137 Palembang sepi peminat siswa baru, karena lokasi sekolah di sana sangat berdekatan dan mayoritas orangtua mampu memilih sekolah swasta bagi anak-anak mereka karena berbagai alasan.

“SD (lokasi) di sana banyak, ada beberapa sekolah, negeri dan swasta,” ujarnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts