Peserta Wawasan Kebangsaan PALI Dibuat Takjub MRT Bawah Tanah Singapura

Minggu, 9 Oktober 2016
Tour guide asal Singapura menerangkan sistem MRT ke peserta wawasan kebangsaan PALI.

Singapura, Sumselupdate.com – Setelah mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia di Kuala Lumpur, 50 peserta wawasan kebangsaan PALI melakukan fieltrip di negeri Jiran Malaysia.

Mulai dari Twin Tower, yang menjadi icon negara Malyasia, hingga ke Dataran Merdeka. Tidak hanya itu, para peserta diperlihatkan bagaimana sistem transportasi kereta gantung di Genting, serta negeri Melaka salah satu provinsi di Malaysia yang masih miliki hubungan erat dengan kerajaan Sriwijaya Palembang.

Read More

Kemudian pada Jumat (6/10/2016), 50 peserta wawasan kebangsaan bertolak ke Singapura yang identik dengan patung Kepala Singa dengan tubuh ikan (Mery Lion).

Di Singapura, para peserta dibuat takjub akan kemajuan negeri yang memiliki penduduk hanya sekitar 5 juta tersebut. Seperti sistem transportasi yang bernama Mass Rapid Transit (MRT) yang menjadi sistem angkutan warga Singapura, hingga ke dalamannya mencapai 40 meter di bawah tanah.

Dengan didampingi tour guide asal Singapura, Rusli dan Amin, para peserta menjelajah Singapura menggunakan MRT. Kemudian, dihari yang sama peserta juga mencoba tranportasi Light Rapid Transit (LRT) yang hendak dibangun di Kota Palembang.

“Luar biasa, dari satu stasiun ke stasiun berikutnya hanya butuh waktu satu menit. Padahal jaraknya jauh. Bahkan meski kecepatannya 80 km/jam, kami tidak terasa. Seolah-olah naik jet,” ujar Juli, salah satu peserta wawasan kebangsaan.

Ditambahkan Rusli, tour guide Singapura, bahwa 77 persen warga Singapura setiap hari menggunakan transportasi MRT yang memiliki 113 stasiun dengan jalur sepanjang 152,9 km.

“Dalam waktu 1 hingga 8 menit dalam satu kali berjalan. Karena di Singapura, semuanya sangat disiplin dan dituntut cepat, oleh karenanya, MRT menjadi transportasi utama yang berada di bawah tanah,” ungkap Rusli.

Sementara itu, Drs. Darmawi kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten PALI berharap para peserta mengambil pembelajaran untuk bisa dicontoh dan diimplementasikan dalam kehidupannya, khususnya di dunia pendidikan.

“Seperti di Singapura, peserta diperlihatkan bagaimana kereta listrik yang dijalankan komputer, mulai dari beli tiket hingga menjalankannya. Kemudian, tentang disiplin waktu dan ini yang kita inginkan agar pelajar di PALI mentranformasikan pengalamannya ini jepada kawan-kawan serta lingkungannya,” imbuhnya.

Sehingga mereka bisa memotivasi agar menjadi pribadi yang prestasi serta membanggakan keluarga dan Kabupaten PALI. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts