Palembang, sumselupdate.com – Muhida (53) kakak kandung korban penembakan di Kalidoni menduga pelaku merupakan orang yang dikenal oleh korban bahkan diduga sempat bekerja bersama dengan korban.
Muhida (53) menyebut Nugroho alias Nunung merupakan seorang yang berprofesi sebagai makelar tanah.
“Dia ini kerja jaga tanah, kalau pelaku kami menduga kenal satu profesi tapi sepertinya orang suruhan bosnya,” jelas Muhida (53).
Katanya Nugroho merupakan seorang ayah yang meninggalkan istri dan tiga orang anak.
Murid menyebut, terkahir korban berpamitan hendak ketempat kerjanya.
Muhida mengatakan bahwa adiknya itu tak memiliki masalah dengan orang.
Baca juga : Nugroho Korban Penembakan di Kalidoni, Tewas Dengan Satu Tembakan Tepat di Kepala
“Gaji dia memang tertunda beberapa bulan dan hari ini rencananya nerima gaji mungkin atasannya tidak seneng jadi seperti ini, “dugaan yang menyebut pelaku merupakan orang dikenal.
Meski demikian, Muhida dan keluarga tengah berembuk untuk menentukan akan dimana Nugroho alias Nunung dimakamkan.
“Kami meminta pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku, dan memberi hukum seberat beratnya kalau bisa hukuman mati,” tegas Muhida.
Baca juga : Istri Nugroho Korban Penembakan OTK di Kalidoni, Nangis Histeris Hingga Jatuh Pingsan
Sebelumnya, Nugroho alias nunung 51), Warga Kelurahan Srimulya, Kecamatan Sematang Borang tewas diduga ditembak dengan senjata api tepat mengenai Kepala.
Belakangan didapati infromasi bahwa korban Nugroho alias Nunung ini diduga berprofesi sebagai seorang makelar tanah di daerah Kalidoni.
Menurut keterangan yang didapat Nugroho diduga tewas tertembak tepat mengenai kepalanya.
“Ada dua lubang, kepala belakang dan samping kiri. Perlu divisum dulu, untuk diketahui mana lubang masuk atau keluarnya peluru,” sebut salah satu polisi di RS Bhayangkara M Hasan Palembang.
Sementara pihak keluarga korban tak ingin disebut namanya juga menduga tewasnya Nugroho disebut memiliki musuh dengan sesama rekan bisnisnya.
“Kami rasa sepertinya pelaku ya kenal,, dan memang dia itu ada musuh,” ucap Dia.
Sementara, setelah satu jam lebih dilakukan visum terhadap jasad Nugroho di Instalasi Forensik RS Bhayangkara.
dr Indra Nasution SP. F seusai melakukan visum mengatakan tewasnya Nugroho alias Nunung diakibatkan satu tembakan fatal yang tepat di kepala korban.
“Satu tembakan ada dua lubang dari pipi kiri menembus kepala belakang,” jelasnya. (**)











