Polisi Tutup Kasus Penemuan Mayat dengan Kaki Terikat Rantai di Sungai Musi, Begini Penjelasannya

Writer: - Selasa, 9 Juli 2024
Foto kolase Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono, SIK dan proses evakuasi jasad Nicky Pardede.

Palembang, Sumselupdate.com – Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono, SIK menyatakan jika kasus kematian Nicky Pardede (23), resmi ditutup.

Orang nomor satu di Polrestabes Palembang ini mengungkapkan kematian Nicky Pardede, warga Ogan Ilir yang ditemukan tewas dengan kondisi satu kakinya terikat rantai dengan pemberat batu, merupakan kasus bunuh diri.

Read More

Harryo menyebut empat hari sebelum ditemukan tewas pada Selasa (18/6/2024) petugas kepolisian sempat mengamankan korban Nicky yang diduga hendak melakukan aksi bunuh diri.

“Satu hari sebelum korban bunuh diri, korban sempat kepergok hendak menceburkan diri ke Sungai Musi dengan menggunakan pemberat dari Jembatan Ampera, dan kebetulan petugas kita berhasil menyelamatkan korban. Waktu diamankan itu bertepatan dengan kegiatan masyarakat korban saat itu menanyakan hari apa,” ucap Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihartono, SIK, Selasa (9/7/2024).

Dikatakannya, Polrestabes Palembang juga mendapatkan keterangan dari pihak keluarga, jika Nicky Pardede merupakan pengguna narkoba.

Selain itu, hasil pemeriksaan visum jasad korban juga tidak ditemukan bekas luka tindak kekerasan, selain luka jeratan rantai di kaki korban.

“Kami melihat dan menganalisa ada keputusasaan permasalahan yang dihadapi korban, sehingga kami menyimpulkan tidak ada tindak pidana atas pristiwa tersebut dan murni bunuh diri,” jelas Kapolrestabes Palembang.

Sebelumnya, terungkap identitas dari sosok Mr X yang ditemukan di perairan Sungai Musi, dengan satu kaki terikat dengan karung berisi batu.

Terungkapnya itu setelah pihak keluarga korban mendatangi Instalasi Jenazah RS Bhayangkara Muhamad Hasan Palembang pada Jumat (21/6/2024).

Korban rupanya adalah Nicky Pardede (23), warga Babatan Saudagar, Desa Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir.

“Kami dapat kabar dari polisi, dan ketika kami cek ciri cirinya mulai dari tato tulisan mandarin dan keloid di punggungnya itu benar anak saya,” ucap ayah korban Lim Ashiong (50).

Ayah korban menyebut anaknya itu sudah menghilang sejak Kamis, 6 Juni lalu dan sudah sempat mencari namun tak pernah ketemu.

Nicky Pardede sendiri masuk daftar orang hilang setelah pihak keluarganya melaporkan ke kantor polisi terdekat.

Terlepas itu, sang ayah mengungkapkan jika anaknya itu merupakan sosok pendiam dan jarang bergaul dengan lingkungan sekitar.

Keseharian dari Nicky Pardede disebut membantu orang tuanya yang merupakan seorang pedagang sembako. (**)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts