Palembang, Sumselupdate.com – Hasil pemeriksaan visum yang dilakukan Tim Kedokteran Forensik RS Bhayangkara menemukan dua luka tusuk senjata tajam pada tubuh bocah SMP yang menjadi korban pengeroyokan.
“Satu ada di leher yang menembus ke saluran pernapasan dan satu di pinggang,” ucap dr Mansuri Sp.F saat dikonfirmasi, Selasa (16/4/2024).
Namun kata Mansuri, dia tidak bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kematian dari korban bernama Firmansyah itu.
Namun berdasarkan pemeriksaan visum, luka lebam yang ditemukan di kepala korban bukan disebabkan hantaman benda tumpul namun akibat benturan dengan lantai ataupun dinding.
“Semestinya dilakukan autopsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian, sebab luka tusuk yang kita temukan cukup dalam,” ucap dia
Saat ini, jenazah korban sudah diantar ke kediaman korban yang berada di Jalan Kirangga Wirasantika, Lorong Langgar, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.
Terpisah, pihak kepolisian sementara waktu mengidentifikasi penganiayaan yang dialami bocah ini dipicu dendam antara kedua belah pihak.
“Antara salah satu pelaku dengan korban memiliki dendam,” ucap Kapolsek Ilir Barat II Kompol Azizir Alim SH saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, tragedi berdarah kembali terjadi di Kota Palembang, kali ini siswa SMP meninggal dunia di tempat akibat aksi pengeroyokan.
Korbannya adalah Firmansyah (16), warga Jalan Kirangga Wirasantika, Lorong Langgar, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang.
Korban tewas di salah satu warnet tak jauh dari rumahnya, pada Selasa (16/4/2024) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
“Benar semalam kejadiannya, antara korban dan pelaku saling mengenal,” ucap Kapolsek Ilir Barat II Kompol Azizir Alim SH saat dikonfirmasi.
Kini jasad korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Muhamad Hasan Palembang untuk dilakukan pemeriksaan.
Hasil olah TKP kepolisian, menemukan ada luka benda tumpul dan luka tusuk senjata tajam yang ditemukan di tubuh korban.
“Ada tiga remaja yang kita amankan, untuk peran masih kita lakukan pemeriksaan,” ucap dia.
Di TKP polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah balok dan senjata tajam sejenis parang. (**)











