Gerakan Boikot Produk Sukses Meruntuhkan Perekonomian Israel, Begini Analisisnya

Writer: - Senin, 25 Desember 2023
Roket yang ditembakkan militan Palestina dicegat oleh sistem rudal pertahanan Iron Dome Israel di Kota Gaza, Palestina, Sabtu (7/10/2023). [Mohammed ABED / AFP]

Yerusalem, Sumselupdate.com – Perekonomian Israel yang semula bernilai US$ 488 miliar (Rp 7.547 triliun) dilaporkan tergerus karena perang dengan Hamas yang menimbulkan gerakan boikot terhadap bisnis dan industri di negara itu.

Dikutip Beritasatu.com –jaringan Sumselupdate.com dari Internastional Business Times, Minggu (24/12/2023), dampak konflik Hamas-Israel membuat seluruh sektor mengalami krisis. Konstruksi dan jasa makanan merupakan salah satu industri yang paling terkena dampaknya.

Read More

Dari 1.680 bisnis Israel yang disurvei, lebih 70% melaporkan mengalami penurunan pendapatan 70%. Dunia usaha terancam bangkrut dengan skala yang serupa dampak pandemi Covid-19 .

Analisis data menunjukkan ratusan bisnis pada dasarnya telah bangkrut, karena pekerja penuh waktu telah direkrut menjadi Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) atau terpaksa berlindung dan direlokasi ke berbagai wilayah di Israel.

Tercatat sekitar 11% bisnis Israel kehilangan lebih 21% pekerjanya karena IDF. Jumlah tentara cadangan yang memilih untuk menukar pekerjaan mereka dengan militer, berjumlah 350.000, mewakili 8% dari seluruh angkatan kerja Israel.

Permintaan pelanggan juga menurun drastis, sehingga organisasi dan perusahaan besar tidak punya pilihan selain tutup.

Menurut pernyataan yang diterbitkan Biro Pusat Statistik negara itu bulan lalu, sekitar setengah dari bisnis di Israel melaporkan penurunan keuntungan signifikan di tengah perang Israel dengan Hamas.

Untuk mengatasi tekanan keuangan pada perekonomian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji untuk membentuk “perekonomian di bawah senjata”.

“Panduan saya jelas, kami membuka keran, menyalurkan uang kepada semua orang yang membutuhkannya,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang bertujuan meyakinkan perusahaan-perusahaan Israel dengan bantuan tunai.

“Selama dekade terakhir kita membangun perekonomian kuat dan berapa pun dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh perang ini, kita akan membayarnya tanpa ragu-ragu,” tambah dia.

Meski beberapa pemimpin perusahaan menyambut baik bantuan bisnis dari pemerintah, tetapi kriteria kelayakannya dikritik karena terlalu ketat.

Atlas Hotels Israel baru-baru ini mengirimkan email kepada pelanggannya dengan tujuan mencari simpati. Email tersebut berisi meminta konsumen setia memberikan donasi untuk menyelamatkan bisnis dari kehancuran.

Atlas Hotels telah membuka 16 hotel mewahnya untuk 1.000 pengungsi Israel yang meninggalkan wilayah selatan Israel setelah penangkapan warga sipil Israel oleh Hamas. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts