Lahat, Sumselupdate.com – Guna meningkatkan pengetahuan dan pencegahan stunting terhadap anak, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Pendidikan Masyarakat (Penmas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) melakukan PkM tentang pemberdayaan pasangan usia subur melalui pelatihan pembuatan MPASI gizi seimbang.
Kegiatan pelatihan pembuatan MPASI gizi seimbang kepada masyarakat Desa Perangai, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (19/8/2023).

Kegiatan pelatihan pembuatan MPASI gizi seimbang diikuti lebih kurang 37 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, kader posyandu, perangkat desa beserta masyarakat umum Desa Perangai.
Dalam pelatihan pembuatan MPASI gizi ini mendatangkan Tim PkM Penmas FKIP Unsri masing-masing Dr Evy Ratna Kartika Waty, MPd, PhD (Ketua) dengan anggota Dr Azizah Husin, MPd, Shomedran, SPd. MPd, dan Ardi Saputra, SPd, MPd.
Ketua Tim PkM Penmas FKIP Unsri, Dr Evy Ratna Kartika Waty, MPd, PhD menjelaskan jika dalam pelatihan ini para nara sumber memberikan pemahaman tentang bagaimana mengatasi stunting terhadap anak kepada masyarakat Desa Perangai.
Menurut Evy cara mengatasi stunting terhadap anak dengan cara pola asuh yang tepat, salah satunya dengan pemberian ASI bersama MPASI kepada anak sampai berusia dua tahun.
Evy mengatakan stunting pada anak bisa disebabkan dari kurangnya asupan gizi saat ibu hamil dan keutuhan gizi anak tidak tercukupi.
Maka dari itu, sangat penting ibu-ibu memahami tentang penyebab stunting tersebut guna untuk menghindari terjadinya penyakit tersebut.
Nah kaitannya MPASI, Evy menjelaskan jika sangat diperlukan karena setelah berusia enam bulan, bayi membutuhkan tambahan energi, protein, dan zat besi.
“Hal tersebut tidak bisa diperoleh dengan mengonsumsi ASI,” jelas Evy Ratna Kartika Waty.
Dalam pemberian MPASI pastikan menggunakan tekstur yang sangat lembut. Tujuannya, bayi cepat mengunyah makanan tersebut meskipun belum mempunyai gigi seperti misalnya kue, buah atau sayur-sayuran yang dapat dikonsumsi si kecil.
Ditambahkan Evy, dalam kegiatan pelatihan pembuatan MPASI gizi dilakukan dalam beberapa tahapan.
Tahapan tersebut meliputi tim PKM membagikan lembar pretest terlebih dahulu kepada peserta pengabdian untuk melihat pemahaman peserta pengabdian tentang MPASI.
Kemudian, tim PkM memberikan pemahaman dan penjelasan tentang MPASI. Selanjutnya, tim PkM melakukan monitoring dan evaluasi terhadap semua proses pelaksanaan pengabdian.
Tahapan selanjutnya, tim PKM menyebarkan angket posttes untuk mengetahui pemahaman ibu-ibu tentang stunting.
Evy berharap kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat bagi pasangan subur di Desa Perangai dalam mencegah stunting terhadap anak melalui MPASI.
Sekadar diketahui, kegiatan PKM yang rutin digelar Prodi Penmas FKIP Unsri setiap tahunnya ini, mendapatkan respon positif dari masyarakat Desa Perangai, Kabupaten Lahat.
Para peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan begitu antusias, aktif, dan menyambut gembira kedatangan tim PkM Penmas FKIP Unsri. (rel)











