HNW: Membela Palestina Merupakan Amanat Konstitusi

Selasa, 1 Agustus 2023
Wakil Ketua MPR Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA (HNW), menerima Delegasi Gerakan Internasional Boikot, Divestasi, dan Sanksi Terhadap Israel (BDS National Committee).

Jakarta, sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid MA (HNW), menerima Delegasi Gerakan Internasional Boikot, Divestasi, dan Sanksi Terhadap Israel (BDS National Committee) di gedung MPR/DPR Jakarta, Senin (31/7/2023).

Aktivis tersebut adalah General Coordinator BDS International Committee Mahmud Nawajaa, International Secretariat Member of The BDS National Committee Maren Mantovani, BDS National Committee Coordinator For Asia Pasific Apoorva Gautam, Co-Inisiator BDS Indonesia Lisa Listiana dan para pendamping organisasi itu.

Read More

Mahmud Nawajaa dalam pertemuan itu mengapresiasi sikap Indonesia yang konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan  israel. Indonesia  mereka apresiasi ketika konsisten bela Palestina dengan menolak dan memboikot Timnas Israel saat hendak digelar Piala Dunia U-20 di Indonesia.

BDS National Committee sudah bergerak ke berbagai negara. Aktifitas yang dilakukan mendapat dukungan dari berbagai kalangan, seperti politisi, masyarakat, dan pebisnis.

Organisasi itu  ke Jakarta sebab Indonesia  konsisten mengutuk keras penjajahan yang terus dilakukan  Israel serta kejahatan kemanusiaan yang dilakukan israel terhadap Palestina (Gaza, Masjid alAqsha dan Tepi Barat juga).

“Gerakan BDS ini sudah mendapat banyak dukungan dari publik di berbagai negara seperti Norwegia, Brasilia, Afrika Selatan, bahkan dari kalangan masyarakat di Amerika Serikat,” ujar Mahmud Nawajaa.

Terkait pembelaan Indonesia terhadap Palestina, HNW menyebut langkah  demikian  merupakan amanat dari UUD NRI Tahun 1945. “Kita konsisten membela kemerdekaan Palestina dan menolak penjajahan Israel, karena melaksanakan ketetentuan konstitusi, Pembukaan UUD 45. Apalagi Presiden Indonesia sejak zaman Bung Karno sampai zaman pak Jokowi, konsisten menyuarakan sikap tolak penjajahan israel dan dukung kemerdekaan Palestina sebagaiamaa ketentuan dalam alinea 1 Pembukaan UUD 45 itu” ujar HNW. Dikatakan, sejak Presiden Soekarno (peristiwa Konferensi Asia Afrika, Asian Games 1962 dll) hingga Presiden Joko Widodo sikap yang demikian sudah ditegaskan dan ditunjukan kepada dunia internasional oleh pemerintah Indonesia.

Pada tahun 2016, Presiden Joko Widodo saat digelar KTT OKI di Jakarta mengajak  anggota OKI lebih efekfif melakukan pembelaaan terhadap Palestina dan menekan penjajah Israel.

“Salah satu perlawanan yang diusulkan  dengan memboikot produk Israel di tanah pendudukan,” katanya.

Meski Indonesia sudah melakukan langkah yang demikian, ajakan tersebut belum mendapat sambutan  maksimal dan kongkrit dari negara anggota OKI lain.

Di pihak Indonesia  diakui belum memgambil langkah lebih konkret untuk menindaklanjuti apa yang pernah disampaikan presiden Joko Widodo saat KTT OKI itu. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts