Jakarta, sumselupdate.com – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher, meminta pemerintah bergerak cepat menyelesaikan masalah 11 WNI korban penipuan kerja yang sekarang ditahan di Kamboja.
Menurut informasi yang diterima Netty, mereka dijanjikan bekerja sebagai petugas call center, namun dipekerjakan sebagai scammer atau penipu daring dan kemudian dijemput kepolisian Kamboja.
“Saat ini mereka dalam proses penyelidikan kepolisian setempat. Pemerintah harus bekerja cepat menyelesaikan kasus ini. 11 WNI tersebut memiliki keluarga yang mencemaskan keadaan dan menantikan kepulangan mereka,” ujar Netty dalam keterangan tertulis, Senin (20/6/2023).
Dikatakan, pemerintah harus mendorong agar proses keimigirasian dan penyelidikan kepolisian Kamboja dipercepat. Jangan sampai status ke-11 WNI tersebut terlantar dan kasusnya tidak jelas. Keluarga di tanah air juga perlu mendapat informasi yang jelas tentang keadaan WNI tersebut.
Politis asal Jawa Barat ini juga meminta aparat kepolisian menelusuri agen tenaga kerja yang menyalurkan 11 WNI tersebut.
“Usut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam penyaluran 11 WNI. Pastikan mereka mendapat hukuman yang setimpal,”kata Netty
Kasus ini, lanjut Netty, harus menjadi alarm bagi pemerintah sungguh-sungguh menangani kasus penipuan kerja yang dapat mengarah pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
“Presiden harus turun tangan memimpin pemberantasan mafia TPPO yang kabarnya melibatkan oknum pejabat BP2MI, TNI dan Kepolisian. Jangan biarkan nyawa rakyat Indonesia jadi taruhan kepentingan segelintir orang,” tegas Netty. (duk)











