Masyarakat Pagaralam Diminta Waspada Ancaman Aksi Hipnotis

Selasa, 13 Juni 2023
Kasat Reskrim Polres Pagaralam, AKP Mursal Mahdi SE MH

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com- Masyarakat Kota Pagaralam diminta waspada terhadap aksi kejahatan hipnotis. Di mana sindikat pelaku mengincar kalangan ibu-ibu dan lansia yang menggunakan perhiasan emas.

Sejauh ini sudah kali ketiga menimpa korban warga Kota Pagaralam dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda-beda yaitu, di depan kawasan Xaverius dan Kantor Pos.

Dan terakhir di kawasan Talang Kelapa Jalan Kombes H Umar, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Dalam peristiwa ini seorang wanita paruh baya terpaksa harus merelakan 3 suku emas miliknya dibawa kabur oleh pelaku yang diperkirakan berjumlah 4 orang.

Dari informasi yang didapat, modus pelaku dengan menyambangi calon korban. Dengan menjanjikan memberikan bantuan sosial (bansos).

Dedi (37), seorang saksi mata yang memberikan pertolongan, mengungkapkan jika korban seorang IRT.

“Saat itu, entah mengapa korban terpaksa menuruti perintah pelaku masuk ke dalam mobilnya,” kata Dedi, saksi di lokasi kejadian.

Saat masuk mobil, korban mengenakan perhiasan gelang emas, dibuat harus melepaskannya harta bendanya, dengan alasan pintu mobil tak bisa terbuka.

“Saat itulah, gelang emas diberikan kepada pelaku, yang kemudian pelaku kabur mengendarai sebuah mobil,” ucapnya.

Kapolres Pagaralam AKBP Erwin Irawan, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Mursal Mahdi, SE, MH membenarkan kejadian tersebut.

“Kita sudah menerjunkan tim melakukan olah TKP,” ucap Kasat Reskrim AKP Mursal Mahdi Selasa (13/6/2023).

Anggota juga sudah memeriksa jejak rekaman CCTV di lokasi kejadian di Talang Kelapa.

“Kejadiannya Selasa (13/6) sekitar pukul 09.30 WIB, rekaman kamera CCTV dari berbagai sudut sudah kita simpan untuk proses lidik,” katanya.

Dari rekaman CCTV tersebut, anggota mencocokan waktu kejadian, dan sejumlah kendaraan yang dicurigai yang dilakukan pelaku,” katanya.

Dari informasi sementara, keempat pelaku bercirikan lelaki menggunakan kemeja koko.

“Terkait aksi kejahatan hipnotis ini diimbau agar masyarakat tak mudah menuruti niat pelaku dan percaya dengan modus memberikan bansos, hadiah umroh atau iming-imingi lainnya,” katanya.

Selain itu juga, jika mengetahui atau menjadi korban agar segera untuk melapor ke aparat kepolisian terdekat.

“Cepat lapor, agar aparat kepolisian bisa bergerak cepat meringkus pelaku hipnotis,” pungkasnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts