Ratusan Pelajar Serbu Kantor Bupati Muratara

Rabu, 28 September 2016

Muratara, Sumselupdate.com – Adanya mutasi di kalangan Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SMA, membuat ratusan siswa/siswi SMA Negeri Karang Dapo menyerbu Kantor Bupati Muratara, Rabu (28/9/2016). Mereka meminta Kepsek Alpati tidak diganti.

Mereka melakukan unjuk rasa dan menyampaikan tuntutan dalam orasi yang berlangsung sekitar satu jam. Adapun beberapa tuntutan para siswa seperti terlihat pada poster, di antaranya, “Jangan korbankan kami dengan adanya unsur politik”.

Read More

“Demi Tuhan kami siswa/siswi menolak dengan digantinya Kepsek”, “Pak Bupati jangan buat kami bersedih dengan keputusan ini”, dan “Kami menolak kepsek kami diganti”.

Ketua Osis SMA Negeri Karang Dapo, Jeri Wiranto menyampaikan, ia bersama teman-teman yang lain meminta kepada Bupati untuk tidak mengganti Kepsek Alpati. Karena, menurut mereka, semenjak Alpati menjabat banyak sekali perubahan yang dirasakan oleh siswa. Seperti pembangunan gedung bertambah dan  sangat mendukung ekstrakulikuler bahkan disiplin.

“Yang jelas pak Alpati adalah Kepsek terbaik bagi kami dan tidak ingin beliau digantikan dengan Kepsek yang lain,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Alpati sangat disiplin waktu karena selalu datang lebih cepat ke sekolah. Selain itu, sangat baik dan ramah. Ia juga sangat dekat dengan semua orang, baik dengan siswa ataupun para guru. Mereka pun khawatir Kepsek baru nantinya akan berbeda.

Ia menegaskan, jika tuntutan ini tidak diindahkan, mereka akan mogok belajar karena tidak menerima Kepsek yang baru. “Jika tidak dikabulkan maka kami akan  mogok belajar,” soraknya yang diikuti ratusan siswa/siswi lain.

Ketika ditanya orang yang menyuruh melakukan orasi, Jeri mengatakan, orasi ini keinginan sendiri dari lubuk hati paling dalam dan tanpa ada dorongan oleh pihak lain.

“Ini keinganan kami sendiri dan bukan disuruh orang lain, karena kami tidak ingin pak Alpati pindah,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni mengatakan semestinya hal ini tidak perlu dilakukan.Jika ingin melakukan orasi, harus dilakukan di sekolah dan ia akan datang untuk menjumpai para siswa.

Jika seperti ini tentunya para siswa tidak belajar dan akan rugi, sebab apapun keputusan tidak akan bisa merubah keadaan.

“Tidak perlu melakukan orasi seperti ini, sebab jika ingin melakukan orasi ada baiknya di sekolah saja. Sebab kan rugi menghabiskan waktu dan ada baiknya waktu itu dimanfaatkan untuk belajar,” katanya di hadapan ratusan siswa.

Lanjutnya, apapun keputusan yang dilakukan oleh pemerintah itu untuk kepentingan bersama dan kemajuan dunia pendidikan di wilayah Kabupaten Muratara. “Pastinya roling jabatan itu hal yang biasa dan juga itu dilakukan untuk kepentingan besama dan kemajuan dunia pendidikan ke depannya,” jelas Devi.

Untuk diketahui, audiensi unjuk rasa siswa menolak Kepsek diganti ini dilakukan secara tertutup di ruang kerja Sekda. Bahkan dalam audiensi secara tertutup tersebut seluruh awak media tidak diperbolehkan untuk meliput. (ain)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts