Lubuklinggau, Sumselupdate.com- Polres Lubuklinggau, Polda Sumatera Selatan menginisiasi berdirinya Bimbingan Belajar (Bimbel) Cendikia Parahita di Jalan Garuda Hitam, belakang Masjid Agung Assalam, Kota Lubuklinggau.
Uniknya, bimbel ini tidak memungut biaya sepeserpun bagi para pelajar SMP dan SMA sederajat yang ingin belajar matematika, IPA, Kimia, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggris. Meski gratis, tapi Bimbel Cendikia Parahita tetap mengedepankan kualitas proses belajar mengajar, tempat representatif, ruang belajar dilengkapi AC, tenaga pengajar profesional dan kenyamanan bagi peserta didik.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi, di dampingi Kabag Ops Kompol Tatang saat mengunjungi Bimbel Parahita menuturkan, inisiatif berdirinya bimbel itu melihat tingginya minat pelajar untuk mendapatkan pelajaran tambahan bagi pelajar SMP dan SMA diluar sekolah, Kamis, (6/4/2023).
“Ini merupakan salah satu program bersifat sosial dari Polres Lubuklinggau untuk masyarakat. Bimbel ini sebenarnya sudah berjalan sekitar satu tahun, dimana awalnya hanya pelajaran matematika saja, itu pun pengajarnya langsung oleh Kabag Ops Kompol Tatang sebagai penggagas program ini,” ungkapnya.
Kapolres mengungkapkan, sebelumnya lokasi proses belajar mengajar tambahan bagi para pelajar di belakang Aspol Polres Lubuklinggau yang diikuti oleh beberapa pelajar. Seiring waktu animo pelajar mengikuti bimbel semakin tinggi, sehingga dirasa perlu mencari tempat yang lebih representatif. “Kami bicarakan sama Bapak Wali Kota dan Alhamdulillah kita di kasih tempat sekarang ini.
Suami Ny Wera Harissandi menambahkan, Polres Lubuklinggau berusaha semaksimal mungkin memberikan fasilitas belajar mengajar yang nyaman, dengan guru pembimbing yang profesional di bidang studi nya masing-masing. “Kalau awalnya hanya pelajaran matematika, sekarang sudah ditambah IPA, Kimia, Fisika, Biologi, dan Bahasa Inggris,” tukasnya.
Senada diungkapkan Kabag Ops Kompol Tatang mengatakan, ide berdirinya Bimbel Cendikia Parahita karena biasanya selama ini polisi yang mendatangi langsung ke sekolah-sekolah, dan hal itu sudah biasa dilakukan.
“Awalnya hanya les matematika saja, tempatnya didekat kolam ikan di belakang Aspol. Namun dengan dukungan dan inisiatif Bapak Kapolres akhirnya dibuatkan bimbel yang tempatnya menjadi representatif seperti ini dan tenaga pengajar juga dari tenaga pengajar profesional. Dan seluruh peserta didik tidak di pungut biaya sepeser pun,” pungkasnya. (**)











