Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Sebagai upaya mengantisipasi terjadinya penyimpangan pendistribusian bahan bakar minyak bersubsidi, personel Subdit Tipidter Ditreskrimsus Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan giat pemantauan SPBU di Kota Palembang.
Dari sejumlah SPBU yang disambangi Unit 2 Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, tidak ditemukan adanya penyimpangan dalam pendistribusian BBM subsdi.
Seperti saat tinjauan yang dilakukan di SPBU 24.301.03 di Jalan Demang Lebar Daun, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang.
Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Tito Dani, ST, SH, MH mengatakan, giat dilakukan untuk mengetahui atau mengecek jumlah stok dan ketersediaan BBM baik subsidi maupun BBM non subsidi menjelang natal tahun 2022 dan tahun baru 2023.
“Selama turun ke SPBU petugas melakukan wawancara, klarifikasi sekaligus mengimbau pemilik dan para karyawan SPBU agar mendistribusikan BBM sesuai peruntukannya,” ungkap Tito.
Hasil dari wawancara yang dilakukan terhadap pengawas SPBU, dipastikan stok BBM baik subsidi maupun non-subsidi dalam keadaan mencukupi.
Dikatakannya, hingga kini belum adanya penambahan ataupun pengurangan oleh pihak Pertamina.
Kendati demikian, kepada pihak SPBU 24.301.03 agar dalam hal melakukan penjualan/pendistribusian BBM subsidi jenis solar kepada para konsumen haruslah sesuai dengan peruntukan dan peraturan yang berlaku (PP Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan harga jual eceran BBM).
“DIsarankan pula kepada Pihak SPBU untuk mengatur antrean para konsumen yang melakukan pembelian BBM subsidi dan non subsidi di SPBU 24.301.03 agar tidak terjadi kemacetan di bahu jalan raya, sehingga tidak mengganggu aktivitas berlalu lintas di jalanan,” ujarnya.
Sementara itu, dari keterangan Pengawas SPBU 24.301.03, Meldi Yusman didapatkan penjelasan untuk BBM bersubsidi jenis solar setiap harinya dikirim sebanyak 16 ton.
Sedangkan untuk BBM subsidi jenis Pertalite (kompensasi) dari Pertamina per-harinya dikirim sebanyak 24 ton.
“Stok BBM subsidi dan non-subsidi di SPBU ini masih dalam kategori mencukupi. Untuk pengiriman dari Pertamina memang seringkali terjadi keterlambatan. Ini mengakibatkan terjadinya antrian panjang hingga beberapa waktu lamanya,” sebut Meldi Yusman. (**)











