Laporan: Diaz Erlangga
Palembang, Sumselupdate.com – Ada momen langka terjadi dalam pemusnahan barang ilegal yang dilaksanakan oleh kanwil Bea Cukai Sumbagtim beberapa waktu lalu.
Momen langkah itu pun tertangkap dalam sebuah gambar, dimana Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Hadi Syaefudin yang turut hadir dan memberikan sambutan sebagai perwakilan Polda Sumsel, tersipu malu ketika mengenalkan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Boombaru sebagai “Teman Sekamar”-nya.
Sebutan “Teman Sekamar” itu terlontar ketika AKBP Hadi Syaifuddin menyapa satu persatu para tamu undangan yang hadir dalam pelaksanaan pemusnahan barang ilegal yang berlangsung di halaman Kantor Bea dan Cukai TMP Palembang.
Sontak sebutan “Teman Sekamar” yang ditujukan kepada Kapolsek Kawasan Pelabuhan Boombaru yakni AKP Nora Malinda, direspon terperangah dan tawa menggelitik para tamu undangan yang hadir.
Para tamu undangan yang hadir pun mulai bertanya-tanya maksud dari istilah “Teman Sekamar” yang dimaksud oleh AKBP Hadi Syaefudin.
Hadi yang baru sadar ucapannya tersebut memicu pertanyaan para hadirin buru-buru menjelaskan jika “Teman Sekamar” yang dimaksud tak lain adalah sang istri yang sama-sama sebagai aparat penegak hukum (APH).
Rupanya kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel tersebut punya cerita sendiri kenapa sampai dirinya menyebut sang istri sebagai “Teman Sekamar”.
“Jujur saya dan istri sama sekali tak menduga akhirnya bisa dipertemukan di acara yang sama. Saya ditugaskan oleh Pak Direktur (direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Badly Ramdhani-red) untuk mewakili beliau, sedangkan istri saya baru beberapa waktu lalu ditugaskan sebagai Kapolsek KKSK Boom Baru, yang memang wilayah kerjanya disana,” ungkapnya.
AKBP Hadi menceritakan kala itu sama sekali tak punya persiapan ketika ditunjuk untuk menyampaikan sambutan di acara tersebut kian dibuat salah tingkah ketika berpidato ikut direkam oleh Teman Sekamarnya itu AKP Nora.
“Kami punya grup keluarga yang didalamnya ada kedua anak saya, makanya ketika diminta berpidato dan itu direkam istri saya sempat grogi,” ucap Hadi tergelitik saat mengenang momen langka tersebut.
Hadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbid Pengawasan Profesi (Wabrof) Bid Propam Polda Sumsel tak menyangkal sebagai sesama APH dirinya dan sang istri selalu berusaha saling mendukung satu sama lain dalam mengabdi kepada negara.
“Sebagai seorang APH saya selalu mengingatkan istri saya dalam melaksanakan tugas untuk profesional. Selaku penyidik haruslah jujur, mau diapakan saja perkaranya asalkan kita jalankan sesuai aturan tidak akan ada masalah,” tegasnya
Dibeberkan AKBP Hadi merupakan alumni Perwira Polri Sumber Sarjana (PPSS) tahun 2001, sementara teman sekamarnya itu, AKP Nora merupakan lulusan sekolah inspektur polisi (SIP) Sukabumi, Jabar 2014 silam.
AKP Nora diketahui cukup lama bertugas sebagai penyidik di Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel. Sebelum akhirnya ditujukan untuk menjadi Kapolsek Kawasan Pelabuhan Boombaru.
“Saya juga belajar banyak dan ikut ditempa oleh suami saya hingga akhirnya dipercaya menangani banyak perkara di Subdit PPA Polda Sumsel (sekarang Subdit Renakta Polda Sumsel,red). Karena teknik penyelidikan di Krimsus tempat suami bertugas tidak jauh beda dengan PPA,”cerita yang disampaikan sang Teman Sekamar Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel.
Terlepas cerita momen langka itu, AKBP Hadi merasa bangga dengan sinergisitas dalam penanganan barang-barang ilegal yang masuk ke wilayah Sumsel.
“Kami akan senantiasa bersama-sama bergandengan tangan dalam mencegah masuknya barang ilegal ke wilayah Sumsel. Hal ini juga sejalan dengan keinginan dari Pak Kapolda (Sumsel) agar penegakan hukum untuk barang ilegal ini seyogyanya dilakukan dari hulu yakni di pintu-pintu masuk baik melalui jalur darat, laut maupun udara,” paparnya yang juga menekankan pihaknya mengedukasi masyarakat terkait barang ilegal tersebut. (**)











