Laporan: Azwar Anas
Muaraenim, Sumselupdate.com — BKPRMI Sumsel telah melakukan MoU dengan beberapa pihak dalam rangka mendukung program peningkatan kualitas guru ngaji serta pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di Sumatera Selatan.
Hal ini disampaikan Ketua DPW BKPRMI Sumsel Firdaus SH di sela kegiatan Wisuda Santri Angkatan ke-25 di pelataran Masjid Jami’Bukit Asam, Muaraenim, Minggu (11/12/2022).
Firdaus memaparkan, salah satu MoU yang dilakukan ialah dengan Badan Wakaf Sumsel terkait Program Kampung Quran. MoU ini ialah untuk mendukung program satu rumah, satu Quran.
Selain itu, BKPRMI Sumsel sebentar lagi juga akan mengadakan MoU dengan Kanwil Kemenag Sumsel terkait peningkatan mutu guru ngaji.
Sesuai instruksi dari BKPRMI Pusat, kata Firdaus yang juga Anggota DPRD Sumsel ini, bahwa seorang guru mengaji yang baik harus memiliki standar dan kompetensi agar bisa menyampaikan ilmu yang berkualitas kepada para santrinya, melalui program standarisasi.
“InsyaAllah 18 Desember ini kita akan MoU dengan Kakanwil Kemenag Sumsel terkait program standarisasi guru ngaji. Output dari MoU ini diharapkan terbentuk guru-guru ngaji yang berkualitas, karena sudah punya standar,” ungkapnya.
MoU lain, lanjut Firdaus, ialah dengan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak (IGTK) terkait program Bermain, Cerita dan Menyanyi (BCM).
“Harapannya agar para santri dapat memiliki kemampuan lain selain pandai mengaji, seperti story telling. Nanti juga akan ada program parenting untuk orang tua santri,” kata Firdaus.
Dengan beberapa MoU yang telah dilakukan itu, Firdaus berharap dapat meningkatkan mutu guru ngaji dan mengentaskan buta aksara Al-Qur’an di Sumsel. (**)











