Laporan: Novrico Saputra
Pagaralam, Sumselupdate.com – Tenaga kesehatan (Nakes) sebagai garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19 memang mendapatkan insentif dari pemerintah. Demikian pula bagi para relawan mendapatkan insentif yang diberikan secara bertahap.
Namun demikian, realita di lapangan berbeda. Ternyata sebagian nakes dan relawan ada yang mengeluhkan lantaran belum menerima insentif itu. Seperti isu yang beredar bahwa insentif untuk bulan Januari sampai dengan Maret bakal dihanguskan, hal ini tentu saja membuat relawan Nakes merasa kecewa.
Menurut salah seorang Tenaga Kesehatan (nakes) di kota Pagaralam belum ada pencairan insentif nakes dan relawan untuk Covid-19 semenjak bulan Januari sampai dengan Maret 2022. Bahkan yang anehnya lagi untuk insentif diduga tidak dicairkan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2022.
“Kami yang terdiri dari 14 orang tenaga kesehatan yang tugasnya di lingkup Polri dalam hal ini wilayah kerja Polres Pagaralam merasa kecewa dengan beredarnya isu dugaan penghangusan insentif untuk bulan Januari sampai dengan Maret 2022,” kata salah seorang Nakes di kota Pagaralam yang wanti-wanti jati dirinya tak disebutkan.
Sebelumnya tim vaksinator tersebut mendapat kabar akan mendapatkan insentif senilai Rp6 Juta per bulan untuk status pekerjaan.
Menurut nakes tersebut dengan adanya isu penghapusan ini kami merasa kecewa karena dengan beban kerja yang mewajibkan Nakes melakukan vaksin ke warga sampai pelosok daerah terpencil.
”Namun ada teman kami yang bekerja sebagai nakes di Dinas Kesehatan, sudah cair insentifnya ,” tambahnya.
Selain itu, sebanyak 14 nakes relawan yang bekerja di vaksinator Polri yang belum jelas honornya.
“Apalagi kami yang relawan vaksinator dari Polri diberi bayaran Rp200 ribu per-absen. Kami kira Rp200 ribu itu belum transportnya, ternyata Rp200 ribu itu sudah sama transport. Kami menerima sangat sedikit untuk jasanya, padahal satu kali vaksin jumlah sasarannya banyak,” ujarnya.
Menurutnya, tidak pantas jika perjalanan jauh dekat relawan dihitung sama karena menghabiskan biaya transportasi yang berbeda.
“Kami ini bingung, kalau memang Isu ini benar-benar terjadi,” katanya.
Terkait besaran insentif relawan vaksinator yang belum cair bahkan mau dihanguskan, Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono, SIK, MH, saat diminta tanggapan pihaknya masih akan berkoordinasi dan menunggu petunjuk dari Mabes Polri.
“Kita akan berkoordinasi serta menunggu arahan dari Mabes Polri terkait isu penghangusan insentif relawan vaksinator pada bulan Januari sampai dengan Maret 2022,” ujarnya saat dimintai keterangan Sumselupdate.com. (**)











