Laporan, Diaz Erlangga
Palembang, sumselupdate.com – Tak kunjung menerima pesangon, puluhan eks karyawan Hotel Sandjaja Palembang, yang telah di PHK sejak dua tahun lalu, gelar aksi unjuk rasa di depan halaman hotel, Kamis (21/04/2022).
Sebanyak 73 mantan karyawan Hotel Sandjaja Palembang ditahun 2020 terpaksa harus di rumahkan, setelah hotel ini berhenti beroperasi. Namun, miris dialami para mantan karyawan ini yang diputus sepihak hingga kini belum menerima hak mereka.
“Kami hanya ingin hak kami. Bayarkan pesangon kami,” tegas Koordinator, Nur Siwan saat ditemui disela aksi yang digelar persis di depan gedung hotel Sandjaya di Jalan A Rivai Palembang tersebut.
Di bawah panas matahari, para eks karyawan hotel yang mayoritas ibu-ibu ini menggelar aksinya dengan turut membawa spanduk berisi berbagai curahan hati mereka.
Menurut Nur, bukan tanpa alasan aksi dilakukan, sebab manajemen Hotel Sandjaja Palembang, sebelumnya sudah berjanji akan melunasi pesangon karyawannya pada April 2022.
Namun faktanya hingga akhir April ini, tak ada tanda-tanda pesangon akan dicairkan ataupun etikat baik dari manajemen hotel.
“Padahal dari upaya hukum kami menang. Mulai dari Dinas Ketenagakerjaan sampai ke Tingkat Mahkamah Agung (MA) kami dinyatakan berhak mendapat pesangon. Tapi sudah dua tahun sejak putusan MA, belum ada pihak hotel membayarkan hak kami,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Diyah, salah satu mantan karyawan Hotel Sandjaya yang ikut turun ke jalan.
Dari 73 karyawan, total pesangon yang mesti dibayarkan manajemen hotel Sandjaja Palembang dikisarkan hingga Rp4,6 miliar.
Sebab berdasarkan putusan MA masing-masing mereka menerima pesangon dikisaran Rp35 juta hingga Rp80 juta.
“Tolong lah owner, bayarkan hak kami. Uang itu sangat kami butuhkan,” ucapnya.
Setelah diwajibkan membayar pesangon berdasarkan proses hukum yang sudah ditempuh, manajemen hotel sempat menyatakan akan melunasi kewajiban itu selesai menjual beberapa aset.
“Janjinya April tahun ini, tapi apa sampai sekarang juga belum ada yang dibayar. Itu hak kami, uangnya kami butuhkan makanya tolong bayar hak kami,” ucapnya. (**)











