Laporan: Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Bupati OKU Timur H Lanosin ST (Enos) didampingi Wakil Bupati (Wabup) Adi Nugraha Purna Yudha, SH, Forkompimda, dan OPD melaunching beras sebiduk sehaluan.
Produk lokal hasil pertanian ini merupakan produksi dari Perusahaan Umum Daerah (PUD) Agrobisnis dan Pengelolaan Logistik Kabupaten OKU Timur.
Launching ini berlangsung di Kantor PUD Agrobisnis dan Pengelolaan Logistik Daerah, Desa Triyoso BK 8, Kecamatan Belitang, Rabu (6/4/2022).
Dalam sambutannya, Bupati H Lanosin Hamzah, ST mengatakan, PUD Agrobisnis ini selain berupaya meningkatkan PAD, juga untuk meningkatkan pengelolaan pertanian, peternakan, dan perkebunan yang menjadi potensi di bumi sebiduk sehaluan ini
Tak hanya berbicara bisnis saja, Bupati juga menjelaskan jika PUD ini untuk mengubah mindset para petani dan masyarakat dengan cara mengelola hasil panen sendiri yang bisa dijual sendiri.
“Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu semoga mampu meningkatkan PAD OKU Timur. Kemudian secara sosial nanti CSRnya bisa kembali lagi ke masyarakat,” beber Enos.
Ia juga mengimbau seluruh stake holder untuk mendukung berkembangnya PUD Agrobisnis ini dengan membeli beras hasil produksinya.
“Jika PUD ini sudah berjalan dan terbang tinggi, maka PAD OKU Timur juga bisa naik, muaranya pasti untuk kepentingan dan meningkatkan penghasilan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur PUD Agrobisnis dan Pengelolaan Logistik Daerah, Nardianto, SS menambahkan, hadirnya beras Sebiduk Sehaluan ini selain dijual kepada ASN dan para pegawai OPD, juga diharapkan bisa menyasar kepada masyarakat.
Ia juga menjelaskan, beras hasil produksi PUD ini dijamin tidak memakai bahan pengawet dan pemutih. Sehingga kualitas berasnya terjamin sehat dan nikmat untuk dikonsumsi.
“Ucapan terima kasih kepada Bupati dan jajaran atas dukungannya, sehingga PUD Agrobisnis dan Pengelolaan Logistik Daerah berjalan hingga hari ini,” ucapnya.
Pihaknya juga meminta agar pemerintah daerah dapat membantu pembangunan gudang. Hal ini agar proses pengeloaan beras dan padi yang dikelola bisa diproduksi dengan baik.
“Jika produksi kita sudah baik, kedepan beras hasil produksi PUD ini akan terjun kepasar bebas,” bebernya. (**)











