Laporan: Novrico Saputra
Lahat, Sumselupdate.com – Setelah minyak goreng kemasan langkah dan harganya melambung, kini kondisi sama terjadi dengan minyak goreng curah di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Nah, kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng curah ditanggapi serius petugas kepolisian.
Dipimpin Kapolsek Kota Lahat AKP Herman Akhiri, SIP, MM bersama unit IK, unit Reskrim, dan Bhabinkamtibmas Polsek Kota Lahat melaksanakan monitoring kelangkaan minyak goreng curah di wilayah hukum Polsek Kota Lahat, Selasa (29/3/2022) sekitar pukul 09.30 WIB.
Dalam inspeksi mendadak (sidak) itu, petugas menyambangi di gudang sembako di wilayah hukum Kecamatan Lahat.
Adapun gudang yang dilakukan pengecekan yakni Gudang Bintang Terang di Kelurahan Talang Jawa ditemukan mesin olahan minyak curah dalam kondisi mati dan telah berhenti operasional selama satu tahun.
Meski demikian, di gudang tersebut memiliki stok serta menjual minyak goreng jenis merk Fortune.
Di mana di dalam gudang tersebut ditemukan stok minyak goreng jenis premium merk Fortune masih tersedia muatan satu liter sebanyak 400 dus dengan harga jual Rp22.500 per liter.
Sedangkan di toko Aong di Kelurahan Pasar Lama ditemukan mesin olahan minyak curah serta didapati jumlah stok minyak curah sebanyak 7.5 ton yang terbagi dalam empat tangki.
Belakangan diketahui minyak curah tersebut berasal dari CV Darma Paramita Mulya Palembang.
Dari pengakuan pemilik toko, minyak curah tersebut dibeli dengan harga Rp14.900 per liter dan dijual di pasaran dengan harga Rp15.500 per liter.
Sedangkan di Gudang Sepakat Desa Karang Anyar, Kecamatan Lahat Selatan ditemukan mesin olahan minyak curah dalam kondisi mati dan telah berhenti operasional selama satu bulan
Namun di gudang tersebut diketahui menyimpan stok serta menjual minyak goreng merk Fortune.
Stok minyak goreng jenis premium merk Fortune masih tersedia muatan satu liter sebanyak 100 dus dengan harga jual Rp22.500 per liter serta muatan dua liter sebanyak 400 dus dengan harga jual Rp50.000.
Dikatakan Kapolsek, berdasarkan keterangan pemilik Gudang Bintang Terang bernama Arman, jika mesin olahan minyak curah sudah tidak beroperasi selama lebih kurang satu tahun.
Sedangkan hasil keterangan pemilik Toko Aong jika minyak curah yang berasal dari CV Darma Paramita Mulya, belum dipasarkan ke masyarakat karena masih berada dalam tangki penampungan.
Sementara keterangan dari pengurus Gudang Sepakat Aris, jika mesin olahan minyak curah sudah berhenti selama satu bulan dikarenakan tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) pemasaran.
Dikatakan Kapolsek, dari monitorng itu disimpulkan jika tingginya kebutuhan masyarakat terhadap penggunaan minyak goreng kemasan di pasaran, mengakibatkan masyarakat beralih pada kebutuhan minyak curah.
Kondisi ini sangat dimungkinkan terjadi kelangkaan lantaran diduga ada kesengajaan dari pedagang untuk melakukan kecurangan terhadap stok serta harga minyak goreng curah yang menyebabkan terjadi kelangkaan dan melambungnya harga minyak goreng curah di pasaran.
“Adapun harga dari distributor minyak curah sebesar Rp14.900 per liter, sehingga mengakibatkan pedagang tidak berani untuk melakukan aktivitas jual beli minyak curah dikarenakan keputusan pemerintah menerapkan harga standar penjualan Rp14.000 per liter yang mengakibatkan berdampak kosongnya stok minyak curah dari pedagang yang ada di wilayah Kabupaten Lahat. (**)











