Kemenkes: Persediaan Obat Aman

Kamis, 22 September 2016
ilustrasi

Jakarta, Sumselupdate.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) prihatin atas bencana banjir yang terjadi di Garut. Kemenkes menjamin persediaan obat untuk korban bencana ini aman dan tidak terkena banjir.

“Suplai obat ke Puskesmas dari IFK (Instalasi Farmasi Kesehatan) berjalan lancar. Pelayanan obat dilakukan oleh puskesmas dan juga posko-posko. Kebutuhan obatnya masih bisa ditangani. Kami terus berkoordinasi dengan IFK dan siap suplai obat jika dibutuhkan,” terang Kepala Pusat Krisis Kemenkes RI Ahmad Yurianto, dalam rilisnya yang dilansir detik.com, Kamis (22/9/2016).

Read More

Akibat bencana ini, sejumlah orang meninggal, luka dan mengungsi. Sejumlah fasilitas umum pun mengalami kerusakan. Berdasarkan keterangan dari Korem Garut, sejumlah rumah yang rusak di Kelurahan Paminggir, Sukamentri, Pakuwon, Muarasanding wil Kecamatan Garut Kota, yaitu 63 rusak berat, 19 rusak sedang, 33 rusak ringan, 212 terendam dan 79 unit hanyut.

Hingga Rabu sore tercatat 186 orang mengungsi di Aula Makorem 062 Taruma Negara dan 89 orang di antaranya sudah pulang. Seluruh pengungsi berasal dari Kampung Lapang Paris, Kampung Kaum Lebak, dan Kampung Sindang Wargi. Pengungsi yang masih bertahan dikarenakan rumahnya masih tergenang banjir.

Para korban banjir yang luka dan meninggal dievakuasi ke RS Guntur, Aula Makorem 062, Madrasah Asyfa Kampung Kaum Lebak Kelurahan Paminggir Kecamatan Garut Kota, Makodim 0611/Garut dan Kantor Kelurahan Paminggir.

Banjir bandang di Garut terjadi pada Rabu (21/9/2016). Hal ini akibat hujan deras yang mengakibatkan air di Sungai Cimanuk meluap. Berdasar data mutakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Kamis pagi ini, jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Garut tercatat ada 23 orang dan 18 masih hilang. (pto)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts