PALI, sumselupdate.com – Kelompok Tani Rejo Mulyo, binaan Pertamina EP Pendopo Field, panen raya perdana Padi Sri Organik. Pada panen raya, kelompok tani dijanjikan bantuan berupa alat foging oleh Wakil Bupati PALI, H. Soemarjono.
Bantuan itu sebagai bentuk apresiasi karena berhasil panen raya dengan hasil yang cukup memuaskan.
Soemarjono dalam kegiatan panen akbar perdana padi organik di lahan sawah PPMP Pertamina Pendopo Kelurahan Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, mengatakan, padi organik itu meningkatkan hasil panennya dari tahun sebelumnya, pada waktu tahun 2021 dalam 1 hektarnya menghasilkan 4,5 ton, untuk tahun ini meningkatkan menjadi 6 ton rata-rata per hektarnya.
“Ini merupakan program yang baik dari pertamina yang memfasilitasi kelompok tani Rejo Mulyo dengan menanam Padi Sri Organik. Semoga program ini terus berkelanjutan, dan bisa menjadi contoh untuk perusahaan lain agar menerapkan pembinaan kepada kelompok tani dengan sistem organik,” ungkap Soemarjono.
Ia juga mengajak masyarakat PALI, membangun dan Peduli terhadap lingkungan, dan akan memberikan bantuan berupa foging pengusir hama dan tracktor untuk menunjang pertanian padi organik yang dijalani oleh kelompok tani Rejo Mulyo apabila berhasil pada masa panen kedua yang diperkirakan pada empat bulan mendatang.
“Saya sengajakan datang untuk melihat dan melakukan panen langsung padi organik ini, ketika empat bulan kemudian saya berharap diundang lagi untuk panen lagi, dan akan kita siapkan untuk memberikan bantuan foging dan traktor jika panen nanti berhasil,” ungkapnya.
Sementara itu, Senior Manager Pertamina Pendopo Field dalam sambutannya mengatakan I Wayan Sumarta menjelaskan bahwa metode penanaman padi oleh kelompok tani binaan Pertamina Pendopo secara organik SRI dalam menghindari penggunaan pupuk kimia agar ekosistem lingkungan terjaga.
“Awalnya saya sendiri ragu, lantaran dari pembenihan saja saya nilai janggal. Lantaran pembenihan hanya menggunakan satu butir dalam satu lubang. Penyemaian benih hanya tujuh hari langsung tanam. Tapi ternyata hasilnya tidak kalah dengan metode pertanian konvensional. Artinya, dengan metode ini lebih hemat waktu, juga biaya karena tanpa menggunakan pupuk kimia serta waktu panen lebih singkat,” kata I Wayan.
Ditambahkannya, selain menghemat waktu dan biaya, hasil panen metode Sri ini juga lebih sehat karena tidak menggunakan produk kimia sama-sekali. Semua penunjang pertanian berupa pupuk dan desinfektannya berasal dari alam.
“Dengan penanaman benih satu butir perlubang dan ternyata pertumbuhannya cukup baik dan ini luar biasa karena pertumbuhan bisa lebih bagus dibanding pertanian konvensional. Ini sangat menghemat waktu dan biaya. Mudah-mudahan metode ini bisa menggerakkan para petani disekitar kita dengan biaya yang lebih murah menghasilkan hasil panen yang banyak dan tentunya lebih sehat,” tukasnya.
Harapan I Wayan juga metode Sri ini bisa diterapkan bukan hanya di kelompok tani binaan Pertamina Pendopo saja, melainkan bisa maju bersama-sama diterapkan pada petani lainnya yang ada di Kabupaten PALI agar bisa berswasembada pangan.
“Kedepan petani binaan Pertamina Pendopo akan kembangkan tanaman herbal dan jamu tradisional, yang harapan kami dapat membawa kesejahteraan bagi kelompok tani binaan kami dan umunnya bagi petani di kabupaten PALI,” harapnya.
Di tempat yang sama, Khairiman Plt. Kepala Balitbangda kabupaten PALI, menyampaikan apresiasinya terhadap terobosan Pertamina Pendopo yang mana telah membuktikan bahwa metode penanaman padi SRI berhasil diterapkan di lahan sawah petani binaan Pertamina.
“Kedepan kita akan kembangkan lagi penelitian dari tanah. Sebab, mungkin saja kondisi tanah di PALI ini dari satu tempat ke tempat lain berbeda. Dengan penelitian itu, mudah-mudahan dapat memajukan dunia pertanian di kabupaten PALI,” katanya.
Tampak hadir dalam kegiatan panen akbar Pertamina itu yakni Kapolres PALI AKBP Efrannedy, SIK, Kepala Dinas Pertanian Ahmad Joni, Plt. Kepala Dinas Balitbang Khairiman, Koramil Talang Ubi dan Tokoh masyarakat. (adj)











