PALI, Sumselupdate.com — Ditemukannya Pasangan Suami Istri (Pasutri) tewas bersimbah darah di dalam rumahnya di bilangan Talang Tumbur, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuat heboh warga setempat. Pasca kejadian tersebut, kedua pasutri dikabarkan merupakan orang yang baik dengan tetangga.
Asmadi, salah satu tetangga korban mengungkapkan bahwa keseharian korban suami istri adalah orang yang baik dan sering bersosialisasi dengan warga sekitar.
“Mbah Marsidi (80 tahun) sudah tua. Jadi sekarang sudah sering beraktivitas dalam rumah, sesekali berjalan menemui tetangga. Sedangkan Mbak Sumini (65 tahun) masih kuat dan sering nyadap karet, bahkan motong kayu menggunakan kapak,” ujarnya
Pada malam kejadian meninggalnya korban, Asmadi mengatakan tidak mendengar teriakan apapun.
“Tidak ada (Teriakan) atau suara orang minta tolong. Semuanya nampak seperti biasa. Semoga pelakunya segera ditangkap dan dihukum berat,” harapnya.
Sebelumnya diberitakan, Warga Talang Tumbur Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) digemparkan dengan adanya penemuan mayat bersimbah darah didalam rumahnya, Minggu (2/1/2022).
Informasi dihimpun, mayat tersebut merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang sudah lanjut usia.
Korban diketahui bernama Marsidi (80 tahun) dan istrinya Sumini (65 tahun) ditemukan tewas bersimbah darah didalam rumahnya bilangan Talang Tumbur dengan penuh luka bacokan.
Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Alpian Nasution didampingi Kanit Reskrim Iptu Arzuan yang datang langsung ke TKP menyatakan bahwa diduga kedua Lansia itu korban tindak pidana pencurian dengan pembunuhan.
Dijelaskan, kejadian tersebut diduga antara pukul 02.00 WIB – 05.00 Wib dinihari.
“Korban mengalami luka diduga akibat senjata tajam berupa kapak yang mengenai tubuh korban Marsidi dibagian wajah dan dada, sementara korban Sumini ada luka dibagian belakang telinga. Dimana kapak diduga yang digunakan pelaku ditemukan tidak jauh dari TKP,” ujar Kompol Alpian.
Dijelaskan, pertama kali korban ditemukan oleh Alamsyah (anak korban) yang datang ke rumah korban pagi-pagi untuk mengantar sarapan.
“Anak korban mengetuk pintu depan, tapi tidak ada jawaban, lalu anak korban melihat pintu belakang dengan keadaan terbuka. Kemudian, masuk ke dalam rumah, namun anak korban terkejut karena melihat kedua korban dalam keadaan tergeletak berdua di tutupi kasur dengan penuh luka,” tukasnya.
Jenazah keduanya langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit umum daerah Talang Ubi untuk dilakukan visum.
“Saat ini kita telah lakukan olat TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Semoga saja, pelakunya segera bisa diamankan agar kasus ini terungkap,” ujarnya. (adj)











