Laporan: A Putra
Lahat, Sumselupdate.com – Meski berstatus pasangan suami istri (pasutri), Elvan Nopriandi, SE dan Elistari, SPd sepertinya akan bertarung habis-habisaan dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lubuk Saung, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada 9 Desember nanti.
Elvan, calon kepala desa (cakades) nomor urut dua mengaku tetap menyerahkan proses demokrasi kepada masyarakat, dan mempersilahkan masyarakat memilih calon mana yang dianggap layak memimpin desa.
“Silahkan saja masyarakat Desa Lubuk Saung pilih sesuai hati nurani mereka. Meski kami statusnya suami istri, namun dalam hal politik, kami tetap bertarung,” kata dia saat ditemui di kediamannya, Selasa (7/12/2021).
Elvan mengaku, jumlah cakades di desa mereka hanya ada dua orang, yakni dia dan istrinya sendiri.
“Ia betul, hanya kami berdua saja yang mencalonkan diri, pasalnya hingga pendaftaran ditutup, tidak ada bakal calon kepala desa yang mendaftar selain kami berdua,” ujar dia.
Masih kata Elvan, namun pihaknya berharap, Pilkades di Lubuk Saung berjalan dengan damai dan demokratis.
“Pilkades serentak akan dilaksanakan pada tanggal 09 Desember 2021. Kami harap, semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Elistari, cakades nomor 1 mengaku, dirinya memang memiliki keinginan terjun ke dunia politik.
“Saya memang berniat terjun ke dunia politik, namun diawali dari tingkat paling bawah yakni di pilkades ini,” tuturnya dengan mimik muka serius.
Elistari menilai, politik memang harus dirintis dari bawah dan nantinya bisa berjenjang.
“Doakan saja, siapa yang terpilih, itulah yang terbaik memimpin desa, meski kami suami istri,” ungkapnya.
Dia menerangkan, kalau dia terpilih nanti, dengan izin Allah SWT akan memberdayakan kaum perempuan dalam pembangunan desa.
“Sekarang juga sudah kesetaraan gender, jadi laki laki perempuan sama saja. Kalau saya terpilih, saya akan berdayakan perempuan juga dalam pembangunan desa,” ucapnya.
Saat ini, mata pilih yang ada di Desa Lubuk Saung berjumlah 600 lebih.
Meski harus head to head dengan suami sendiri, dia tetap berkeyakinan bahwa Pilkades di desanya akan berlangsung demoksratis dan damai. (**)











