Kapolres Muratara Bantu Korban Banjir di Demak

Jumat, 12 Februari 2021
Penyerahan bantuan dari Polres Muratara untuk korban banjir Demak.

Laporan: Marwan Ashari

Muratara, Sumselupdate.com – Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto, SIK, memberi bantuan  logistik ke daerah terkena banjir di wilayah Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Read More

Bantuan diberikan guna membantu dan meringankan beban korban yang terkena banjir. Dan juga  sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir.

Bantuan itu secara langsung diserahkan, ketua Bhayangkari Muratara Ny Endang Eko, ke Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah melalui Polres Demak.

Ribuan rumah terendam di wilayah Purwosari, Demak akibat meningkatnya intensitas hujan dalam berapa minggu terakhir. Tak luput juga, bencana itu menimpa keluarga dan sanak famili, Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto.

Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto,SIK, mengatakan secara pribadi maupun lembaga, Kapolres menyatakan turut berduka atas bencana alam itu.

“Istri dan anak saya semuanya masih di Jawa Tengah, sekarang lagi ada bencana, tidak bisa keluar dikepung banjir,” singkat Kapolres Muratara, Kamis (11/2/2021).

Pihaknya mengaku, sudah secara langsung memberikan instruksi ke ketua Bhayangkari Muratara Ny Endang Eko, agar menjadi fasilitator memberikan bantuan logistik dan dapur umum dari Polres Muratara, untuk masyarakat di Sayung, Demak.

“Polres Muratara dan Bhayangkari Muratara, memberikan bantuan korban banjir di kabupaten Demak Jawa Tengah. Disalurkan melalui Polres Demak. Bantuan berupa logistik dan sembako,” ucapnya.

AKBP Eko Sumaryanto membenarkan, jika Desa Purwosari, Demak merupakan tempat kelahirannya. Dia berharap dengan adanya bantuan logistik dan sembako dari Polres Muratara, setidaknya bisa membantu masyarakat di sana yang tengah kesulitan.

Insya Allah bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terkena musibah banjir di wilayah Demak,” tuturnya.

Informasi dihimpun, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sejak Sabtu (6/2) lalu, hingga kini belum surut.

Ribuan rumah warga masih terendam banjir, begitu juga dengan jalan jalan desa. Paling parah banjir melanda wilayah Kecamatan Sayung. Ribuan masyarakat terpaksa mendiami pos-pos pengungsian.

Di posko didapati ratusan kepala keluarga yang mengungsi, di antaranya ada ibu hamil, balita dan manula. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts