Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kini masih menyelidiki penyebab jebol dan longsornya tanggul air di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (Persero) Tbk pada (1/10/2020).
Saat ini penyidik Polda Sumsel masih menunggu hasil tim ahli tambang, terkait ada tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Hal ini diungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi saat ditemui Sumselupdate.com di ruangannya, Senin (19/10/2020).
“Untuk hasil penyelidikkan kita masih menunggu tim ahli tambang untuk melihat apa ini ada kelalaian atau tidak,” jelas Kombes Pol Supriadi.
Untuk sementara pihaknya menduga faktor bukan karena kelalaian, namun musibah alam.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu hasil dari tim ahli tambang terkait musibah yang menewaskan satu orang tersebut.
“Dugaan sementara ini musibah alam yang terjadi. Namun kita masih lihat apa benar ada unsur kelalaian,” ujarnya.
Dirinya melanjutkan, akibat peristiwa tersebut setidaknya ada empat orang yang menjadi korban. Satu di antaranya diduga tewas tertimbun bersama alat berat. Sementara tiga lainnya mengalami luka.
Keempat korban, lajutnya yakni korban meninggal dunia Federik Hansen Sagala (35), operator alat berat PT PAMA Persada Nusantara, sedangkan korban selamat Berlin, Anton, dan Bonjes.
“Hingga kini korban yang meninggal masih dalam pencarian dan pihak perusahaan PT Bukit Asam bersama Polres Muaraenim, dan Polda Sumsel masih melakukan pencarian,” tukasnya.
Terpisah, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Dirjen Minerba Kemen ESDM, Lana Saria mengatakan, pihaknya masih melakukan proses investigasi terhadap peristiwa longsornya tanggul air di area tambang PTBA tersebut.
Sebagaimana diketahui, tanggul air yang berada di Tambang Air Laya Barat PT Bukit Asam (PTBA) Tbk pada galian PT PAMA Persada, mendadak jebol pada 1 Oktober 2020, sekitar pukul 05.15 WIB.
Tak pelak peristiwa ini mengakibatkan excavator dan dozer yang ada di area tambang terendam banjir.
Tak hanya itu, akibat peristiwa mengenaskan ini empat orang operator menjadi korban. Di mana tiga orang selamat dan dirawat di rumah sakit.
Sedangkan satu orang operator alat berat yang merupakan karyawan PT PAMA hingga kini belum ditemukan. (**)











