Antisipasi Karhutla, Pemkab OKU Gelar Rapat Koordinasi

Selasa, 21 Juli 2020
Suasana rapat koordinasi antisipasi Karhutla di Muaraenim

Laporan Armizwadi

Baturaja, Sumselupdate.com – Asisten I Sekda OKU memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Bina Praja Pemkab OKU, Senin (29/07/2020).

Read More

Rakor ini menindaklanjuti Surat Keputusan Bupati OKU No. 360/539/KPTS/XLIV/2020 tentang penetapan status keadaan siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten OKU.

Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setda OKU Drs. Slamet Riyadi, M.Si. mengatakan, melalui Rakor ini pihaknya dapat mengetahui sejauh mana langkah antisipasi dampak asap yang ditimbulkan oleh Karhutla di Kabupaten OKU, serta penegakan hukum dan pencegahan Karhutla.

“Kita juga harus mengoptimalkan peran pemerintah daerah dan perusahaan dalam upaya meningkatkan pengendalian Karhutla,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Amzar Kristofa mengungkapkan, upaya yang dilakukan adalah penetapan Satgas Siaga Darurat yaitu pembentukan pos komando satgas Karhutla, pembentukan pos komando tingkat kecamatan, pembentukan pos komando tingkat lapangan (pemadaman kebakaran hutan dan lahan), dan pembentukan pos komando pemadaman di masing-masing perusahaan.

BPBP OKU, kata Amzar juga telah menyiapkan peralatan pemadam kebakaran antara lain mesin chainsaw besar satu unit, mesin sedot apung tiga unit dan tenda posko satu unit serta masih banyak lagi peralatan yang disiapkan. “Sementara itu jumlah personil sebanyak TNI 95 orang, Polri 65 orang, BPBD 90 orang, dan masyarakat 50 orang,”terangnya.

Pasi Ops Kodim 0403 OKU Liswandi mengatakan penanganan Karhutla dengan pencegahan dengan kegiatan sosialisasi melalui spanduk, banner, radio, penyuluhan atau pelatihan pemadaman. Kesiapsiagaan dan kedaruratan kegiatan adalah patroli terpadu, posko pemadaman darat, dan pengerahan personil dan peralatan serta penegakan hukum.

Permasalahan kebiasaan menurut Pasi Ops Kodim yang terjadi saat ini adalah masyarakat setiap membakar hutan dalam membuka kebun, terbatasnya kendaraan operasional untuk pengangkutan personil dan peralatan serta belum tersedia biaya operasional penanganan Karhutla.

Turut hadir pada acara ini Polres OKU, Kodim 0403 OKU, Asisten II, OPD, Camat, Perusahaan Perkebunan, dan peserta rapat lainnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts