Kelangkaan Gas 3 Kg, Pejabat Disperindagkop UKM dan PP Pagaralam Ngaku Tak Dilibatkan Pertamina

Senin, 13 Juli 2020
Tabung gas 3 kg di Kota Pagaralam, Sumsel mengalami kelangkaan.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Kelangkaan gas 3 Kg di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, menyulitkan masyarakat.

Read More

Kelangkaan tabung elpiji bersubsidi yang sudah terjadi dalam dua sampai tiga minggu terakhir, membuat pejabat Dinas Perindustirian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Pengelolaan Pasar (Disperindagkop UKM dan PP) Kota Pagaralam angkat bicara.

Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam, Jefri Zulfikar kepada Sumselupdate.com, Senin (13/7/2020), mengatakan, selain  dugaan adanya agen nakal dan pendistribusiannya yang tidak tepat sasaran.

Jefri mengaku, Disperindagkop UKM dan PP Pagaralam tidak pernah dilibatkan dalam penambahan alokasi pangkalan oleh pihak Pertamina dan agen.

“Kami juga tidak tahu berapa jumlah pangkalan yang ada di Pagaralam karna kami tidak pernah dilibatkan. Dan banyak yang tidak memahami bahwa subsidi tabung gas 3 kg ini hanya diperuntukan bagi masyarakat miskin dan UMKM,” ungkapnya.

Selain itu, kata Jefri, ada agen yang tidak melakukan penindakan terhadap pangkalan yang menjual tabung gas tidak sesuai dengan Surat Perjanjian Usaha antara agen dan pangkalan.

Di samping itu menurut dia, pangkalan sering menjual isi ulang tabung gas di atas Harga Ecer Tertinggi (HET) yakni dari Rp22 ribu-Rp27 ribu per tabungya.

“Padahal jelas ada sanksi bagi pangkalan yang menjual di atas HET sesuai SK Walikota Nomor 123 tahun 2018 yakni berupa pemutusan hubungan kerja,” cetusnya.

Sebagai solusi, Jefri mengungkapkan, rencananya besok pihaknya akan mengumpulkan seluruh agen dan pangkalan untuk melakukan pembinaan bersama tim Bagian Ekonomi Setdako, Sat Pol PP, dan Polres Pagaralam.

“Langkah lain kita akan lakukan operasi pasar jelang hari besar keagamaan dan kordinasi dengan pihak Pertamina Lahat soal penambahan pangkalan,” pungkasnya.

Sementara itu, seorang pemilik pangkalan gas 3 kg yang berlokasi di Kelurahan Sidorejo yang minta namanya dirahasiakan mengungkapkan, sudah lama pasokan gas dikurangi oleh pihak agen.

“Semestinya sesuai perjanjian kami dengan agen  gas yang kami terima 1.500 tabung dalam sebulan. Tapi faktanya dalam sebulan kami cuma mendapatkan 1.200 tabung. Jadi kemana 300 tabung lagi. Saya rasa setiap pangkalan di Pagaralam dikurangi sama dengan pangkalan kami. Tapi kami tidak bisa protes karna kami di bawah agen. Silahkan kalau tidak percaya pihak depot Pertamina Lahat dan Disperindagkop Pagaralam turun ke lapangan kenapa hal ini bisa terjadi,” terangnya.

Di lain tempat, Sri, seorang warga Pagaralam mengeluhkan sangat sulit mendapatkan tabung gas.

Menurutnya,  hanya untuk mendapatkan tabung gas 3 kg, dia harus rela keliling ke tempat lain. Kalaupun dapat harga isi ulang per tabung mencapai Rp30 ribu.

Menurutnya, kelangkaan tabung molen ini selalu terjadi menjelang hari raya. Maka dari itu, dia berharap Pemkot Pagaralam dan pihak terkait dapat segera bertindak turun ke lapangan.

“Mending mahal namun barangnya ada, nah ini mahal untuk mendapatkanya pun kadang susah,” gerutunya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts