Laporan Edwar Heryadi
Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru secara resmi melepas mahasiswa Universitas Darussalam (Unida) dan santri serta santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor asal Sumsel ke Provinsi Jawa Timur.
Proses pelepasan sekaligus pemberangkatan 336 mahasiswa Unida dan santri serta santriwati Pondok Gontor ini dipusatkan di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sabtu (20/6/2020).
Acara pelepasan ini dihadiri Ketua Dewan Pembina Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Sumsel, pemilik wisata religi Alquran Raksasa, Sofwatillah Mohzaib, pejabat lainnya serta ratusan orangtua wali.
Sebelum acara sambutan dimulai, Gubernur Sumsel H Herman Deru diangkat sebagai anggota kehormatan IKPM Sumsel.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, para mahasiwa Unida dan santri serta santriwati patut bersyukur karena bisa menimba pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Herman Deru mengatakan, tidak semua orang dapat menempuh pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor.
Menurutnya, keunggulan dari santri dan santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor tidak tampil dengan atribut-atribut tertentu.
Namun bisa tampil kekinian tanpa melanggar syariat Islam dengan nilai-nilai plus yang ada di dalam diri seorang santri dan satriwati itu.
“Saya bangga kepada orang tua wali yang telah menitipkan anak-anaknya untuk digembleng di Pondok Modern Darussalam Gontor yang dikenal berpihak dengan semua golongan dan selalu menanamkan ilmu keagamaan tanpa meninggalkan ilmu keduniawian,” kata Deru.
Pada kesempatan itu, Gubernur Sumsel memberikan ‘sangu’ atau bekal kepada seluruh mahasiswa Unida dan santri serta santriwati.
“Sangu tak seberapa ini untuk membeli minuman atau snack di jalan nanti untuk ustad dan ustadzah maupun adik-adik santri serta santriwati di jalan nanti,” kata Herman Deru.
Sementara itu, Ketua IKPM Gontor Cabang Sumsel, Ustadz Hendrawan M Ilyas, SKom mengatakan, pemberangkatan mahasiswa Unnida dan satri dan satriwati Pondok Modern Darussalam Gontor asal Sumsel ini merupakan gelombang kedua.
Di mana untuk hari ini sebanyak 336 mahasiswa Unida dan santri serta santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor ini diangkut menggunakan sembilan bus dengan didampingi sembilan pembimbing dari IKPM Cabang Sumsel.
Sebelumnya, kata Hendrawan pada Senin (15/6) lalu sudah diberangkatkan 310 calon pelajar, siswa kelas 5, dan mahasiswa/i Unida diberangkatkan menuju Pondok Modern Darussalam Gontor menggunakan delapan bus.
Sebelum diberangkatkan, para capel, siswa, mahasiswa Unida asal Sumsel ini mengikuti protokol kesehatan yakni harus bermasker, menjaga jarak, dan mengantungi surat kesehatan.
Sebagaimana diketahui, selain IKPM Sumsel, ada 111 calon pelajar (capel) yang mengikuti tes masuk di Pondok Modern Darussalam Gontor. Ratusan capel ini berangkat melalui Bimbingan Belajar (Bimbel) Moba La-tansa.
Ratusan capel Pondok Modern Darussalam Gontor itu didampingi lima pendamping dari Bimbel Moba La-tansa.
Pemberangkatan sudah dilakukan pada Kamis (18/6) lalu dengan menggunakan pesawat Expres Air dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.
Sebelum berangkat, ratusan capel dan tiga orang siswa kelas 3 Pondok Modern Darussalam Gontor asal Sumsel itu mengikuti rapid test di Rumah Sehat Jakabaring Palembang, Selasa (16/6).
Rapid test ini merupakan rangkaian prosedur tetap (protap) maskapai tiga hari sebelum pemberangkatan ke Pondok Modern Darussalam Gontor. (**)











