Laporan Edwar Heryadi
Palembang, Sumselupdate.com – Suasana pelepasan 310 calon pelajar (capel), siswa kelas 5, dan mahasiswa/i Universitas Darussalam (Unida) ke Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Senin (15/6/2020), siang, terasa sangat berbeda.
Rasa haru dan sedih menyelimuti para orang tua dan wali melepas para capel, siswa, dan mahasiswa Unida ke tempat mereka bakal menimba ilmu nun jauh di sana.
Para orang tua maupun wali santri/satriwati atapun capel, sangat wajar untuk bersedih. Mereka harus ikhlas melepas anaknya untuk berjuang menimba ilmu di Pulau Jawa, tanpa mereka dampingi sampai penempatan.
Pandemi virus Corona atau Covid-19 membuat Pondok Modern Darussalam Gontor mengeluarkan kebijakan untuk seluruh capel, siswa, dan mahasiswa Unida tidak didampingi orang tua atau wali.
Hal ini untuk mengurangi kerumunan massa saat berada di Pondok Modern Darussalam Gontor, demi mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.
Pantauan Sumselupdate.com pelepasan pemberangkatan capel, siswa, dan mahasiswa Unida asal Sumsel ke Pondok Modern Darusssalam Gontor, mengharu biru.
Meski orangtua dan wali selalu diwanti-wanti pengurus Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Sumsel, yang bertugas mendampingi para capel, siswa, dan mahasiswa Unida asal Sumsel ini, namun tangis haru di pelepasan pemberangkatan tetap tak bisa dibendung.
Para orang tua atau wali memang terlihat tegar dan berpegang dengan pesan pengurus IKPM Sumsel, namun kakek dan nenek para capel, siswa, dan mahasiswa Unida asal Sumsel ini yang tak bisa menahan rasa sedih dan menangis sambil memeluk cucunya.
Tak heran, para capel, siswa, dan mahasiswa Unida asal Sumsel ini, banyak yang ikut menangis.
Muhammad Harpani orangtua capel bernama Siti Nayla Adz-Dzikra kepada Sumselupdate.com mengaku, perasaan sedih pastinya ada di setiap hari orang tua maupun wali.
Dia mengaku tak bisa membayangkan anaknya yang baru tamat sekolah dasar (SD) harus berjuang sendirian ‘menembus’ Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur.
Harpani mengaku haru bercampur sedih karena anaknya harus mengurus seluruh keperluan pribadi sampai persiapan ujian, secara mandiri tanpa didampingi mereka.
“Tapi seperti dipesankan oleh para alumni senior dan ustadz pembimbing dari IKPM Sumsel, kita harus ikhlas melepas keberangkatan anak. Ikhlaskan untuk diserahkan pendidikan anak kita ke pihak pondok,” kata Harpani dengan nada lirih.
Pastinya, kata Harpani, satu pesan lagi yang diingatkan dari para pengurus IKPM Sumsel, jangan menangis di depan anak, karena akan mempengaruhi mental dan keberhasilan anak.
Sebelumnya, Ketua IKPM Gontor Cabang Sumsel, Ustadz Hendrawan M Ilyas, SKom mengatakan, hari ini ada 310 capel, siswa kelas 5, dan mahasiswa/I Unida asal Sumsel berangkat ke Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur menggunakan delapan bus.
Sebelum diberangkatkan, para capel, siswa, mahasiswa Unida asal Sumsel ini mengikuti protokol kesehatan yakni harus bermasker, menjaga jarak, dan mengantungi surat kesehatan.
Menurut Hendrawan, para capel, siswa, dan mahasiswa Unida ini didampingi delapan anggota IKPM Sumsel sampai ke masing-masing pondok.
Dia beralasan, sesuai dengan maklumat Pondok Gontor Modern Darussalam bahwa untuk tes penerimaan tahun 2020, seluruh capel tidak boleh didampingi orangtua atau wali.
Hendrawan mengatakan, dari 310 capel, siswa, dan mahasiswa Unida ini akan ditempatkan masing-masing pondok.
Adapun rinciannya 151 santri/santriwati di Pondok Gontor yang berada di Ponorogo, di Mantingan 111 orang, Magelang 9 orang, Kediri sebanyak 17 santri, Ngawi Sumberrejo sebanyak 14 orang, dan Pondok Gontor di Banyuwangi di 8 santri/santriwati.
Dikatakan Hendrawan, khusus untuk capel yang akan mengikuti tes masuk Pondok Gontor yang jumlahnya lebih kurang 120 orang ini, akan didampingi pengurus IKPM Sumsel sampai lulus dan ditempatkan di Pondok Gontor.
“Bagi yang belum berhasil lulus kita kembalikan kepada orangtuanya, apakah tetap mengambil pondok pesantren alumni di sana, atau kembali ke Palembang. Yang pasti kita akan dampingi,” kata Hendrawan.
Ditambahkannya, pemberangkatan capel, siswa, dan mahasiswa Unida ke Pondok Gontor ini merupakan gelombang pertama, karena akan ada gelombang kedua.
“Rencananya gelombang kedua akan diberangkatkan lagi pada tanggal 20 Juni 2020, namun jumlah yang akan berangkat lewat IKPM Sumsel belum kita pastikan,” jelasnya.
Sebagamana diketahui, selain IKPM Sumsel, ada 111 capel Pondok Gontor yang akan berangkat melalui Bimbingan Belajar (Bimbel) Moba Latansa.
Capel Pondok Gontor yang akan didampingi lima pendamping dari Bimbel Moba Latansa ini, rencananya akan berangkat tanggal 18 Juni menggunakan pesawat Expres Air di Bandara Sultan Mahmud Badarudddin (SMB) II Palembang. (**)











