Palembang, Sumselupdate.com – Sungguh naas apa yang dialami Aldi Pratama (25), warga Lorong Amilin, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ini.
Dia menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan kurang lebih sepuluh orang saat berada di Jalan DI Panjaitan Komplek Ruko, Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang pada Senin (20/4/2020), sekitar pukul 20.06 Wib.
Peristiwa penganiayaan ini bermula saat korban sedang berdagang dan melihat kalau jalan di tempat dia berjualan tertutup oleh orang yang juga berdagang di depannya.
Aldi menuturkan kalau orang yang sedang berdagang di depannya itu terlalu memajukan dagangannya kedepan sehingga sedikit menutupi jalan di tempat dirinya berdagang.
“Saya sudah menegur dia namun dia tidak begitu mendengarkan, sehingga saya melaporkannya kepada pemilik ruko tempat kami berdagang, sehingga saat dirinya mendapatkan teguran langsung marah kepada saya,” ujarnya, Selasa, (21/4/2020).
Kemudian sekitar pukul 20.00 korban kembali mendatangi toko di tempat dirinya berdagang dan mengajak ayahnya untuk menegur pedagang di depan tokonya agar sedikit memundurkan dagangannya supaya jalan di tempat korban berjualan bisa sedikit luas.
“Saat itu orang yang ayah saya tegur itu tidak setuju dan marah-marah, kemudian langsung menarik ayah saya ke belakang, dan saya berkata jangan sakiti ayah saya. Kemudian saat itu kerabat pedagang tersebut datang dan langsung mengeroyok saya dan ayah saya, akibatnya ayah saya mengalami memar di bagian belakang begitu juga dengan saya mengalami memar di tangan dan kepala,” jelasnya.
Tidak terima dirinya menjadi korban pengeroyokan, hari ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Palembang untuk membuat laporan Selasa, (21/4/2020).
Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan penggeroyokan yang dialami korban.
“Laporan sudah kita terima dan laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim,” katanya. (tra)











