Martapura, Sumselupdate.com, – Pesta Bulan Bagha – dalam bahasa Komering, ini dulu digelar pada saat bulan purnama biasanya seusai musim panen. Kini salah satu adat istiadat masyarakat Suku Komering ini sudah sangat jarang digelar bahkan cenderung punah.
Acara yang dilaksanakan oleh Jaringan Masyarakat Adat Komering (JAMAK) bertempat di halaman Rumah Limas Martapura Kelurahan Paku Sengkunyit, Martapura Selasa (23/2) malam, bertajuk Pesta Bulan Bagha (menyemai cinta di bulan purnama).
Dalam acara tersebut juga sekaligus dilakukan launching 12 video klip lagu komering. Acara berlangsung meriah. Walaupun disertai hujan rintik-rintik, namun masyarakat yang menyaksikan acara tersebut sangat antusias baik dari kalangan ibu–ibu maupun para remaja.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati OKU Timur, Sekretaris Daerah, Asisten IV, tokoh masyarakat, mouli meranai dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi baik dari OKU Timur dan OKU, aktivis mahasiswa, serta aktifis demokrasi baik dari PPK dan Panwas.
Dalam acara tersebut Ketua Umum JAMAK H Leo Budi Rachmadi mengatakan, acara ini adalah suatu bentuk kepedulian anak bangsa akan adat leluhur dalam melestarikan adat istiadat yang saat ini sangat jarang sekali diadakan.
Dijelaskannya, dalam Pesta Bulan Bagha ini mouli meranai (bujang gadis) Komering tidak diperbolehkan bertemu sesuka hatinya. Ada media bersosialisasi khusus buat mereka, sehingga mereka tetap dapatbergaul bahkan untuk mencari jodoh. Namun tetap dalam pengawasan orang tua dan koridor tetua tetua adat.
Dan inti dari acara tersebut dengan menyaksikan launching video klip 12 lagu Komering. Dikatakannya pula, dipilihnya acara di Rumah Limas Martapura tidak lain karena dahulunya rumah ini sangat bersejarah dengan sering diadakannya pertemuan–pertemuan dari 13 pemimpin dari berbagai marga yang ada di kewedanan Komering Ulu.
Sementara itu, Bupati OKU Timur KH Kholid Mawardi memberikan sambutan hangatnya kepada tamu undangan yang hadir serta warga masyarakat yang ikut menyaksikan acara tersebut. Ia sangat mengapresiasi dengan digelarnya acara launching 12 video klip lagu Komering.
“Acara ini adalah suatu cara anak bangsa membumikan kembali salah satu tata cara adat istiadat Suku Komering serta membangun kembali nilai nilai budaya yang ada di Kabupaten OKU Timur yang tercinta. Ke depannya harapan di samping lagu dan tarian tentunya menciptakan suatu bentuk tari kreasi dari suku komering karena generasi-generasi muda saat ini sangat suka dengan pertunjukan tarii kreasi,” katanya.
Acara yang dimulai pukul 19.00 makin lengkap dengan disuguhkan berbagai macam pertunjukan adat istiadat Suku Komering berupa Tari Milugh, Pantun bersahut, Tari Tigol, Pisa’an dan Warahan serta banyak lagi acara lainnya. (don)











