Palembang, Sumselupdate.com – Tiga elemen penyelenggara negara, Polrestabes Palembang, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumsel dan Badan SAR Nasional (Basarnas) menghimbau masyarakat, khususnya di Kota Palembang waspada bencana.
Lantaran Kota Palembang kerap dilanda musim penghujan dengan cura hujan yang sangat tinggi. Bahkan bencana yang diprediksi akan terjadi banjir dan pohon tumbang.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setiadji mengatakan secara tegas agar masyarakat Palembang harus meningkatkan kewaspadaan.
“Palembang memasuki curah hujan tinggi. Kita memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi dan berhati-hati,” ucap Anom saat menggelar press release antisipasi bencana akibat curah hujan tinggi, Jumat (27/12/2019).
Dilanjutkannya, ini adalah peristiwa di luar dugaan manusia yang bersifat tidak bisa diprediksi. Makanya Polrestabes Palembang sebagai pelindung masyarakat merasa terpanggil untuk memberikan peringatan kepada warga, kendati bukan peristiwa kriminalitas.
“Efek semua bisa berdampak peristiwa apa saja tanpa diluar dugaan masyarakat. Bisa juga akan terjadi pemadaman listrik, banjir dan sebagainya. Kami dari kepolisian memberikan himbauan agar lebih berhati hati terhadap semua itu,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Seksi Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel Nandang menjelaskan, curah hujan tinggi sejak bulan November sampai bulan April. Disebutkanya itu dampak dari angin monsun Asia dari Samudra Hindia ke Indonesia. Itulah berdampak cura hujan dan angin di Sumsel, khususnya Palembang sangat tinggi.
“Angin dan curah hujan tinggi di Kota Palembang meskipun ada Sungai Musi tidak akan ada tsunami. Karena tsunami hanya terjadi di pantai,” ucapnya.
Namun disebutnya, bencana besar akan berdampak kepada musibah terbesar di akses transportsi. Bahkan pihaknya sering memberikan himbauan kepada dermaga kapal dan bandara penerbangan agar tidak melanjutkan perjalanan.
“Saat penerbangan atau kapal mau berlayar hujan deras dan angin tinggi. Kami yang memberikan izin apakah layak berangkat atau tidak,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Koordinator Rescue Basarnas Palembang Manca mengatakan pihaknya selama cura hujan tinggi telah siaga. Tentunya mengantisipasi banjir dan tumbangnya pohon yang akan berdampak kepada masyarakat.
“Kita standby 24 jam dan kami telah siapkan 4 regu dengan satu regunya berisi 10 orang. Intinya kami mengantisipasi lebih kepada bencana banjir dan pohon tumbang,” pungkasnya. (mol)











