2020 Sumsel Target Jadi Penghasil Pangan Nomor Satu di Tanah Air

Selasa, 17 Desember 2019
Peluncuran sistem informasi perbenihan SI-Benih.

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumsel H Herman Deru kian optimis  di tahun 2020 Sumsel menduduki ranking pertama sebagai daerah penghasil beras nomor satu di Indonesia.

Target tersebut bukan isapan jempol belakang mengingat Sumsel telah ditunjang dengan sistem informasi perbernihan yang menjadi solusi layanan publik guna peningkatan pembangunan pertanian di sektor hulu.

Read More

Hal itu disampaikannya langsung saat melaunching dengan resmi sistem informasi perbenihan SI-Benih untuk Sumsel Maju, di UPTD BPSBTPH Provinsi Sumsel, Selasa (17/12/2019).

“Pada 2017-2018 kita peringkat delapan nasional, sekarang 2019 kita meningkat menjadi peringkat 5,  mimpi saya tahun depan rangking satu di Indonesia,” tuturnya.

Pembangunan sistem informasi perbenihan dimaksudkan untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan benih varietas unggul bermutu secara berkesinambungan dan berkelanjutan. Mengingat, kondisi perbenihan secara umum masih menghadapi tantangan yang besar dalam penyediaan benih yang sesuai dengan kebutuhan petani.

“Ini sangat penting sebagai salah satu kebutuhan petani mulai dari lahan, alsintan, benih, saprodi dan akhirnya di hilir pemasaran. Tapi benih inikan tidak semuanya punya ilmu pertanian yang benar maka harus ditunjang juga para penyuluh yang menyebar. Makanya kita juga libatkan mahasiswa, dari universitas manapun kita libatkan untuk memberikan bimbingan kepada petani,” tuturnya.

Dengan intensifikasi dan ekstensifikasi yang dimiliki Provinsi Sumsel, Herman Deru kembali menargetkan Indonesia pada umumnya dan Provinsi Sumsel pada khususnya kedepan tidak akan impor beras lagi. “Dikarenakan Provinsi Sumsel mempunyai tanggung jawab moril untuk mensupport hal tersebut,” tambahnya.

Diakhir kata sambutannya, Herman Deru menegaskan petani butuh perhatian dan  sentuhan dari pemerintah,  sedangkan pertanian merupakan tulang punggung pada nomor urutan atas dalam roda ekonomi dan roda pembangunan Provinsi Sumsel.

“Didukung dengan tenaga yang handal, peralatan yang cukup baik, irigasi yang selalu bertambah maka provinsi Sumsel mentargetkan Indonesia ini tidak ada impor lagi lah, paling tidak di suplai dari Sumsel karena ada tanggung jawab moril disitu,” pungkasnya. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts